Liputan Khusus
Lipsus - KPU Lembata Gelar Debat Perdana, Enam Paslon Paparkan Visi –Misi
Para pendukung dari masing-masing pasangan calon kepala daerah memadati Aula Ankara Lewoleba tempat debat perdana dilaksanakan.
Keempat, tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Strateginya pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, produktif dan efisien, tidak korupsi, integritas dan spiritualitas, kemudian penerapan merit sistem.
Kelima, mendorong inovasi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan masyarakat inklusif berkeadilan. Strategi dengan kerja sama kolaboratif dengan lembaga pemberdayaan, NGO, lembaga swasta strategis, lembaga keagamaan dan dunia akademis. Membangun kerja sama dengan komunitas diaspora nasional dan internasional, membangun kerjasama dengan lembaga dan media lainnya.
Keenam, penegakan supremasi hukum dan menciptakan birokrat bersih, berintegritas dan profesional. Strateginya pelatihan dan pendidikan hukum kritis untuk para pegawai negeri sipil, menciptakan paralegal di semua desa, tetap melakukan merit sistem dalam rangka penertiban 800 birokrasi dan penerapan reward dan punishment.
"Semua strategi ini akan kita kolaborasi lagi dalam program kerja prioritas," kata Vian.
Program pertama, membangun desa menata kota. Peningkatan dana ADD desa secara bertahap setiap tahun untuk meningkatkan honor aparatur desa, mendorong pengentasan stunting dan menghapuskan kemiskinan ekstrem di semua desa dan kelurahan.
Kedua, mengalokasikan dana kelurahan/desa sebesar Rp 1 miliar setiap kelurahan setiap tahun untuk peningkatan pelayanan publik, mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan kelurahan dan membantu meningkatkan ekonomi kelurahan.
Ketiga, menata Kota Lewoleba sebagai teluk yang ramah lingkungan dan menjadi kota yang smart dan indah tanpa menggunakan APBD Kabupaten Lembata. Keempat, membangun 9 stadion mini di 9 kecamatan untuk menggairahkan sepak bola dan meningkatkan prestasi olahraga dan kelima, bantuan dana untuk mahasiswa Lembata berprestasi di akhir masa kuliahnya.
Melalui Permodalan
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 4, Petrus Kanisius Tuaq dan Muhamad Nasir (Paket Tunas) menawarkan beberapa program, salah satunya adalah Lembata sejahtera yang menyasar kelompok masyarakat nelayan, tani, ternak dan industri kreatif.
Petrus mengatakan, Lembata baru saja merayakan otonominya yang ke-25. Sebagai daerah otonom pertama, menurut dia, Lembata masih tertinggal dari berbagai parameter dibandingkan kabupaten lain.
"Kita hidup, tumbuh dan berkembang di satu wilayah, pulau Lomben tercinta. Pulau yang berkarakteristik lahan kering dengan keragaman sumber daya alam yang berlimpah baik di darat maupun di laut. Masyarakat yang ramah, masyarakat toleransi, masyarakat yang berbudaya tersebar hampir menyeluruh di seluruh kabupaten Lembata," kata Petrus.
Untuk Lembata yang berkemajuan, Paket Tunas menawarkan ide dan gagasan merujuk isu strategis, aspirasi ino amo semuanya.
“Bersama Tunas kita wujudkan Lembata maju, sejahtera, mandiri dan berdaya saing," tambahnya.
Visi tersebut akan diturunkan dalam tiga komitmen kerja. Pertama, transformasi tata kelola pemerintahan, kedua, menjamin masyarakat adil dan sejahtera dan ketiga, Lewaulo Tana yang berkelanjutan.
"Ada 9 urusan yang akan diprioritaskan untuk membangun Kabupaten Lembata. Pertama, kesejahteraan masyarakat. Kami tawarkan Lembata sejahtera melalui permodalan dan UKM, nelayan, tani, ternak, industri kreatif, kolaborasi dengan lembaga perbankan untuk Lembata berkoperasi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-debat-perdana-Pilkada-Lembata.jpg)