Jumat, 5 Juni 2026

Liputan Khusus

Lipsus - KPU Lembata Gelar Debat Perdana, Enam Paslon Paparkan Visi –Misi

Para pendukung dari masing-masing pasangan calon kepala daerah memadati Aula Ankara Lewoleba tempat debat perdana dilaksanakan.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Debat publik perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Sabtu, 26 Oktober 2024 di Aula Ankara, Lewoleba 

Ketujuh, memajukan kelautan, perikanan dan kemaritiman dengan menyediakan cold storage, pabrik es, pabrik pengolahan limbah ikan dan juga mengutamakan pemberian bantuan kepada nelayan yang tepat guna dan tepat sasaran.

Kedelapan, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan dengan meningkatkan apa yang disebutkan UMKM yang baik untuk menurunkan pengangguran dan kemiskinan yang lebih baik

Kesembilan, meningkatkan infrastruktur, melengkapi sarana dan prasarana jalan, listrik, air yang baik di Kabupaten Lembata.

Kesepuluh, meningkatkan PAD. Kesebelas, melakukan sosialisasi budaya, ekologi dan kerukunan umat beragama dengan pengembangan bedah rumah ibadah. Keduabelas, meningkatkan supremasi hukum.

Swasembada Pangan

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 2, Thomas Ola Langoday dan Gaudensius Mado Huar Noning (Paket Tol Gass) akan mewujudkan swasembada pangan, air dan energi di Kabupaten Lembata.

"Otonomi Lembata sudah berusia 25 tahun. Kita sudah merayakan pesta perak. Begitu banyak kemajuan yang sudah kita nikmati tetapi masih banyak hal yang harus kita kerjakan. Hari ini Lembata tergolong kabupaten tertinggal. Untuk semua hal yang harus dikerjakan dan akan kita capai kami rangkum dalam sebuah cita-cita besar Kabupaten Lembata. Taan Tou Membangun Lembata berperadaban maju dan berkelanjutan. Untuk itu kami mempunyai misi besar untuk membangun Kabupaten Lembata," kata Thomas.

Misi-misi tersebut adalah memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan infrastruktur, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan aksesibilitas, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan ekonomi dengan branding healthiest from the east, swasembada pangan, air dan energi, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan sumber daya manusia, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan kemampuan keuangan daerah, memperkuat penegakan supremasi hukum, reformasi birokrasi yang bebas KKN.  

Untuk mencapai misi besar ini, kata Thomas, harus ada kegiatan-kegiatan besar dan strategis yang dikerjakan seperti revolusi mental bebas KKN, optimalisasi peran birokrasi the right man on the right place, kesejahteraan ASN harus diperhatikan, melanjutkan pekerjaan peningkatan jalan strategis, air bersih harus diakses semua masyarakat. Kita harus mempunyai bendungan di utara Lembata untuk menjangkau pasokan air, menjangkau air baku, pertanian, peternakan, konservasi air dan wisata Wei Lae.

Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan melalui BLUD di rumah sakit dan semua Puskesmas, penyiapan sumber daya manusia melalui beasiswa strategis, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perbaikan kualitas pembangunan desa, nelayan mesti difasilitasi dengan infrastruktur yang memadai. Paket TOL GAS berkomitmen menyiapkan perangkat desa yang berkualitas.
 
Dana Desa/Kelurahan

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 3, Yohanes Viany K. Burin dan Paulus Doni Ruing yang menamakan diri (Paket 7 Maret 99) berjanji akan mengalokasikan dana untuk desa dan kelurahan di Lembata sebesar Rp 1 miliar setiap tahun.

Visi pasangan ini adalah "Taan Tou mewujudkan masyarakat Lembata Maju Sejahtera dan Bermartabat". Sementara misi dan strategi yang akan dilakukan adalah pertama, kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi lokal, pemerataan akses pelayanan publik dan infrastruktur berkualitas.

Strateginya dengan pengentasan kemiskinan, pembangunan rumah tidak layak huni, pangan yang tidak cukup, pengupahan yang adil dan bermartabat, membangun sentra pangan, pemberdayaan ekonomi inklusif, pelayanan publik dan infrastruktur wilayah produksi dan pasar.

Kedua, mengembangkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja. Strategi  yang dilakukang lewat pendidikan pra dini, asupan gizi dan kesehatan ibu hamil dan balita, supporting fasilitas supra dan infrastruktur pendidikan, balai latihan kerja, training center dan sertifikasi serapan tenaga kerja

Ketiga, meningkatkan pembangunan berkelanjutan, membangun desa menata kota, pertumbuhan ekonomi desa, pelestarian lingkungan, adaptasi perubahan iklim dan kearifan lokal.  Strateginya lewat hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan per kapita, ekonomi kreatif, UMKM desa, Bumdes, koperasi, konservasi lingkungan, tanam air dan sumur resapan.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved