Liputan Khusus
Lipsus - KPU Lembata Gelar Debat Perdana, Enam Paslon Paparkan Visi –Misi
Para pendukung dari masing-masing pasangan calon kepala daerah memadati Aula Ankara Lewoleba tempat debat perdana dilaksanakan.
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – Enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata periode 2024-2029 telah melaksanakan debat perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata, Sabtu (26/10).
Para pendukung dari masing-masing pasangan calon kepala daerah memadati Aula Ankara Lewoleba tempat debat perdana dilaksanakan. Acara ini juga dikawal anggota Polres Lembata dan TNI.
Untuk acara debat perdana tersebut, KPU Lembata mengusung tema "Menuju Lembata Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan". Sedangkan untuk moderator, KPU Lembata menghadirkan dua moderator dari Jakarta berlatar belakang presenter berita pada dua stasiun televisi nasional.
Sementara pada debat sesi 1, ada tiga akademisi yang menjadi tim panelis yaitu Ir. Robert Rawa Wulan, MT, dosen Fakultas Teknik Unwira, Eusabius Separera Niron, S.IP, M.IP, dosen pada Fakultas Ilmi Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwira dan Andi Irfan, SH, MH, dosen pada Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Kupang.
Untuk debat kedua yang akan dilaksakan pada Rabu 6 November 2024 akan menghadirkan Bil Nope, SH, LL.M, dosen Tata Negara Fakultas Hukum Undana, Boli Tonda Baso, S.Sos, M.Si, dosen pada FISIP Undana dan Dr. Frits Oscar Fanggidae, M.Si, MEP, dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang.
Sementara itu, Tim perumus berjumlah tiga orang terdiri dari akademisi, perwakilan pemerintah Kabupaten Lembata dan tokoh agama. Pastor Stef Tupeng Witin SVD akan menjadi tim perumus dari unsur tokoh agama sedangkan dari akademisi adalah DR. Ahmad Atang, dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Kupang.
Sedangkan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Lembata adalah dr. Manto Beyeng, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Lembata.
Harga Bahan Pokok
Pada debat sesi 1, masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata 2024-2029 membawakan visi misinya dalam membangun Lembata lima tahun ke depan.
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 1 Yeremias Ronaldy Sunur dan Lukas Lipataman (Jimi-Lukas) menjanjikan akan menurunkan harga bahan pokok jika terpilih sebagai Bupati Lembata.
Pasangan ini mengusung visi "Terwujudnya Kabupaten Lembata yang Maju, Jaya, Adil, Makmur dan Berkelanjutan" dengan 12 misi yang disesuaikan dengan RPJMD daerah.
Pertama untuk reformasi yang dilakukan dengan sistem marital dan rekonsiliasi. Kedua, melakukan pengembangan sektor kesehatan untuk menjadikan kesehatan yang utama dan terpadu. Ketiga, peningkatan sektor perekomian, perindustrian, perdagangan dengan menurunkan harga-harga bahan pokok, stabilkan harga bahan pokok dan mengutamakan pengembangan produk local.
Keempat, melakukan pengembangan pendidikan, pemuda dan olahraga dengan menyelenggarakan pekan seni dan olahraga dan Porkab yang akan dilakukan untuk pengembangan atlet dan untuk kepentingan olahraga masa depan Lembata
Kelima, melakukan pengembangan pariwisata dan warisan budaya dengan melakukan promosi, maintenance dan juga menjaga semua sektor pariwisata dengan tidak meninggalkan kearifan lokal.
Keenam, melakukan pengembangan pada pertanian, perkebunan dan peternakan dengan menyediakan bibit unggul, laboratorium yang baik untuk memanfaatkan lahan kosong, untuk para petani di Kabupaten Lembata yang lebih baik.
Ketujuh, memajukan kelautan, perikanan dan kemaritiman dengan menyediakan cold storage, pabrik es, pabrik pengolahan limbah ikan dan juga mengutamakan pemberian bantuan kepada nelayan yang tepat guna dan tepat sasaran.
Kedelapan, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan dengan meningkatkan apa yang disebutkan UMKM yang baik untuk menurunkan pengangguran dan kemiskinan yang lebih baik
Kesembilan, meningkatkan infrastruktur, melengkapi sarana dan prasarana jalan, listrik, air yang baik di Kabupaten Lembata.
Kesepuluh, meningkatkan PAD. Kesebelas, melakukan sosialisasi budaya, ekologi dan kerukunan umat beragama dengan pengembangan bedah rumah ibadah. Keduabelas, meningkatkan supremasi hukum.
Swasembada Pangan
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 2, Thomas Ola Langoday dan Gaudensius Mado Huar Noning (Paket Tol Gass) akan mewujudkan swasembada pangan, air dan energi di Kabupaten Lembata.
"Otonomi Lembata sudah berusia 25 tahun. Kita sudah merayakan pesta perak. Begitu banyak kemajuan yang sudah kita nikmati tetapi masih banyak hal yang harus kita kerjakan. Hari ini Lembata tergolong kabupaten tertinggal. Untuk semua hal yang harus dikerjakan dan akan kita capai kami rangkum dalam sebuah cita-cita besar Kabupaten Lembata. Taan Tou Membangun Lembata berperadaban maju dan berkelanjutan. Untuk itu kami mempunyai misi besar untuk membangun Kabupaten Lembata," kata Thomas.
Misi-misi tersebut adalah memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan infrastruktur, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan aksesibilitas, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan ekonomi dengan branding healthiest from the east, swasembada pangan, air dan energi, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan sumber daya manusia, memastikan Lembata keluar dari ketertinggalan kemampuan keuangan daerah, memperkuat penegakan supremasi hukum, reformasi birokrasi yang bebas KKN.
Untuk mencapai misi besar ini, kata Thomas, harus ada kegiatan-kegiatan besar dan strategis yang dikerjakan seperti revolusi mental bebas KKN, optimalisasi peran birokrasi the right man on the right place, kesejahteraan ASN harus diperhatikan, melanjutkan pekerjaan peningkatan jalan strategis, air bersih harus diakses semua masyarakat. Kita harus mempunyai bendungan di utara Lembata untuk menjangkau pasokan air, menjangkau air baku, pertanian, peternakan, konservasi air dan wisata Wei Lae.
Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan melalui BLUD di rumah sakit dan semua Puskesmas, penyiapan sumber daya manusia melalui beasiswa strategis, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perbaikan kualitas pembangunan desa, nelayan mesti difasilitasi dengan infrastruktur yang memadai. Paket TOL GAS berkomitmen menyiapkan perangkat desa yang berkualitas.
Dana Desa/Kelurahan
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 3, Yohanes Viany K. Burin dan Paulus Doni Ruing yang menamakan diri (Paket 7 Maret 99) berjanji akan mengalokasikan dana untuk desa dan kelurahan di Lembata sebesar Rp 1 miliar setiap tahun.
Visi pasangan ini adalah "Taan Tou mewujudkan masyarakat Lembata Maju Sejahtera dan Bermartabat". Sementara misi dan strategi yang akan dilakukan adalah pertama, kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi lokal, pemerataan akses pelayanan publik dan infrastruktur berkualitas.
Strateginya dengan pengentasan kemiskinan, pembangunan rumah tidak layak huni, pangan yang tidak cukup, pengupahan yang adil dan bermartabat, membangun sentra pangan, pemberdayaan ekonomi inklusif, pelayanan publik dan infrastruktur wilayah produksi dan pasar.
Kedua, mengembangkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja. Strategi yang dilakukang lewat pendidikan pra dini, asupan gizi dan kesehatan ibu hamil dan balita, supporting fasilitas supra dan infrastruktur pendidikan, balai latihan kerja, training center dan sertifikasi serapan tenaga kerja
Ketiga, meningkatkan pembangunan berkelanjutan, membangun desa menata kota, pertumbuhan ekonomi desa, pelestarian lingkungan, adaptasi perubahan iklim dan kearifan lokal. Strateginya lewat hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan per kapita, ekonomi kreatif, UMKM desa, Bumdes, koperasi, konservasi lingkungan, tanam air dan sumur resapan.
Keempat, tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Strateginya pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, produktif dan efisien, tidak korupsi, integritas dan spiritualitas, kemudian penerapan merit sistem.
Kelima, mendorong inovasi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan masyarakat inklusif berkeadilan. Strategi dengan kerja sama kolaboratif dengan lembaga pemberdayaan, NGO, lembaga swasta strategis, lembaga keagamaan dan dunia akademis. Membangun kerja sama dengan komunitas diaspora nasional dan internasional, membangun kerjasama dengan lembaga dan media lainnya.
Keenam, penegakan supremasi hukum dan menciptakan birokrat bersih, berintegritas dan profesional. Strateginya pelatihan dan pendidikan hukum kritis untuk para pegawai negeri sipil, menciptakan paralegal di semua desa, tetap melakukan merit sistem dalam rangka penertiban 800 birokrasi dan penerapan reward dan punishment.
"Semua strategi ini akan kita kolaborasi lagi dalam program kerja prioritas," kata Vian.
Program pertama, membangun desa menata kota. Peningkatan dana ADD desa secara bertahap setiap tahun untuk meningkatkan honor aparatur desa, mendorong pengentasan stunting dan menghapuskan kemiskinan ekstrem di semua desa dan kelurahan.
Kedua, mengalokasikan dana kelurahan/desa sebesar Rp 1 miliar setiap kelurahan setiap tahun untuk peningkatan pelayanan publik, mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan kelurahan dan membantu meningkatkan ekonomi kelurahan.
Ketiga, menata Kota Lewoleba sebagai teluk yang ramah lingkungan dan menjadi kota yang smart dan indah tanpa menggunakan APBD Kabupaten Lembata. Keempat, membangun 9 stadion mini di 9 kecamatan untuk menggairahkan sepak bola dan meningkatkan prestasi olahraga dan kelima, bantuan dana untuk mahasiswa Lembata berprestasi di akhir masa kuliahnya.
Melalui Permodalan
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 4, Petrus Kanisius Tuaq dan Muhamad Nasir (Paket Tunas) menawarkan beberapa program, salah satunya adalah Lembata sejahtera yang menyasar kelompok masyarakat nelayan, tani, ternak dan industri kreatif.
Petrus mengatakan, Lembata baru saja merayakan otonominya yang ke-25. Sebagai daerah otonom pertama, menurut dia, Lembata masih tertinggal dari berbagai parameter dibandingkan kabupaten lain.
"Kita hidup, tumbuh dan berkembang di satu wilayah, pulau Lomben tercinta. Pulau yang berkarakteristik lahan kering dengan keragaman sumber daya alam yang berlimpah baik di darat maupun di laut. Masyarakat yang ramah, masyarakat toleransi, masyarakat yang berbudaya tersebar hampir menyeluruh di seluruh kabupaten Lembata," kata Petrus.
Untuk Lembata yang berkemajuan, Paket Tunas menawarkan ide dan gagasan merujuk isu strategis, aspirasi ino amo semuanya.
“Bersama Tunas kita wujudkan Lembata maju, sejahtera, mandiri dan berdaya saing," tambahnya.
Visi tersebut akan diturunkan dalam tiga komitmen kerja. Pertama, transformasi tata kelola pemerintahan, kedua, menjamin masyarakat adil dan sejahtera dan ketiga, Lewaulo Tana yang berkelanjutan.
"Ada 9 urusan yang akan diprioritaskan untuk membangun Kabupaten Lembata. Pertama, kesejahteraan masyarakat. Kami tawarkan Lembata sejahtera melalui permodalan dan UKM, nelayan, tani, ternak, industri kreatif, kolaborasi dengan lembaga perbankan untuk Lembata berkoperasi," ujarnya.
Kedua, Lembata sehat, desa sehat, masyarakat kuat, sarana prasarana, alat kesehatan berkualitas dan layanan prima. Disamping itu, Paket Tunas menawarkan anak di bawah seribu hari dan pasien di rumah sakit makan sayur organik.
Lembata cerdas, melalui pembibitan generasi berprestasi dan berbudaya wirausahawan Paket Tunas menawarkan Lembata maju menyediakan air bersih, peningkatan kualitas dan internet yang inklusif. Lembata mandiri yaitu membangun ekosistem bisnis daerah simpul ekonomi dalam industri kreatif.
Lembata subur, menata, tanam, tabung air dan sekaligus menanam tanaman malpari untuk penyerapan karbon di udara sehingga mengurangi isu pemanasan global.
Meski dengan visi misi yang ditawarkan Paket Tunas tersebut namu Petrus mengakui keterbatasan dalam mewujudkan semuanya.
"Kami sadar keterbatasan ini untuk melakukan semua kecuali kita saling berkolaborasi untuk melakukan visi Lembata maju sejahtera lestari dan berdaya saing akan terwujud ke depannya. Dindingnya salju mari merapat Agar Lembata maju pilih nomor 4," imbuhnya.
Kanisius Tuaq, calon bupati dari Paket TUNAS, mengusung tagline Nelayan, Tani, Ternak (NTT) untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Lembata.
"Kami siap jamin pemasaran untuk dukung pertanian dan peternakan. Selama ini pemda biarkan petani dan peternak sendiri," paparnya.
Pasangan Calon Wakil Bupati dari Paket TUNAS, Muhammad Natsir akan mendorong hilirisasi komoditi pertanian dan peternakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. "Pemda harus bisa lakukan ekspansi pasar," tegasnya.
Optimasi Lahan Tidur
Paket Manis, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 5, Marsianus Jawa - Paskalis Laba menawarkan konsep petik, olah, jual dan optimasi lahan tidur untuk membangun pertanian terpadu.
Menurut paket ini, kemampuan kepala daerah dalam menjabarkan visi misi kedalam program dan kegiatan akan menentukan keberhasilan pembangunan suatu daerah.
Rumusan visi misi tidak cukup hanya melalui pengalaman, membaca dan mengacu referensi, dokumen, buku dan duduk di kantor saja tetapi lebih dari itu harus melalui tahapan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat.
Kepala daerah harus mengetahui kemampuan keuangan daerah serta memiliki kemampuan membangun relasi sehingga mengurus Lembata tidak hanya bersumber dari APBD kabupaten tetapi juga mendapat kucuran APBD provinsi dan pusat yang signifikan.
"Kepala daerah juga harus memiliki kemampuan untuk mengeksekusi anggaran dan program yang ada untuk tepat waktu tepat sasaran serta mendapatkan asas manfaat sehingga dirasakan rakyat," kata Marsianus.
Beberapa persoalan yang disoroti Paket Manis yakni pertama, permasalahan dan statistik kunci Lembata. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 adalah 2.46 persen masih lebih lambat jika dibandingkan Provinsi NTT, 3.53 persen dan nasional 5.05 persen. Prosentase penduduk miskin masih 24.78 persen IPM 66.12 masih dibawah pencapaian IPM nasional yaitu 74.39. Prevalensi stunting 9.40 persen. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 2.55 persen, rasio PAD 5.84 persen.
Isu strategis. Pertama, peningkatan kualitas layanan publik. Belum optimalnya pemenuhan layanan dasar, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur bagi masyarakat. Kedua, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, akuntabilitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ketiga, pengembangan ekonomi dan daya saing daerah. Rendahnya daya saing daerah, investasi, inovasi dan produktivitas ekonomi daerah. Keempat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam yang merata dan berkelanjutan, mengelola secara efektif, adil dan ramah lingkungan.
Kelima, pemerataan pembangunan. Mengurangi kesenjangan antara wilayah dalam hal layanan dasar, tata kelola ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam.
Visi yang diusung adalah "Terwujudnya Lembata yang damai, maju, mandiri dan berdaya saing menuju masyarakat Lembata yang sejahtera".
Sementara misinya adalah pertama, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan dengan mengedepankan semangat Taan Tou dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.
Kedua, mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan indeks pembangunan manusia dengan fokus pada peningkatan usia harapan hidup, pengetahuan dan akses terhadap layanan kesehatan serta percepatan reformasi birokrasi berorientasi layanan publik berbasis digital.
Ketiga, embangun ekonomi inklusif dan pemerataan infrastruktur yang mampu mengungkit produktivitas sektor unggulan dan menguatkan ketahanan lingkungan.
Berjalan Tidak Lurus
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 6, Simeon Lake dan Marsianus Zada Ua (Paket Salam) menyoroti praktek kekuasan politik yang selama ini berjalan tidak lurus.
"Bagi Salam, praktek kekuasan politik selama ini telah berjalan tidak lurus dan tidak sesuai hakikat politik yang sesungguhnya dan telah menyebabkan empat masalah besar," kata Simeon.
Empat masalah besar tersebut yakni pertama, Lembata terpecah belah atas nama wilayah dan suku. Kedua, bertumbuh suburnya praktek-praktek koruptif di tanah ini.
Ketiga, kue pembangunan yang tidak adil dan tidak merata didistribusikan di seluruh wilayah Lembata.
Keempat, terjadinya keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati yang sangat mempengaruhi keharmonisan dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Lembata.
"Berangkat dari refleksi ini kami berkomitmen memakai spirit Salam untuk membawa Lembata keluar dari kemelut ini.
Salam berarti Santun, amanah, lurus, adil dan merata. Santun, mari kita saling menghormati, saling menjaga. Amanah kita diberi rakyat, dipilih rakyat, maka kembalikan hak itu kepada rakyat. Lurus, jangan korupsi dan bangunlah Lembata ini secara adil dan merata.
“Dari refleksi dan spirit Salam ini maka kami melahirkan visi untuk melahirkan Kabupaten Lembata ke depan," ujar Simeon.
Calon Wakil Bupati Lembata nomor urut 6, Marsianus Zada Ua dalam kesempatan yang sama menyampaikan, visi Paket Salam adalah "Menuju Lembata satu, kuat, adil, sejahtera, mandiri, berbudaya yang berkelanjutan".
Dari visi tersebut lahirlah misi Salam, yang pertama meningkatkan sumber daya manusia. Kedua, mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang berkualitas.
Ketiga, memperkuat sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah. Keempat, menegakkan supremasi hokum. Kelima, meningkatkan ketahanan sosial, budaya dan ekonomi. Keenam, memastikan pemerataan pembangunan dan mendorong pembangunan yang berkesinambungan. (uzu/llr)
Gunakan Hak Pilih
Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon mengajak seluruh masyarakat Lembata menyimak debat publik pertama yang digelar KPU Lembata, Sabtu (26/10).
Setelah menyimak debat, dia meminta masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 November mendatang.
Hermanus mengatakan, debat publik atau debat terbuka merupakan salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU nomor 13 tahun 2024 tentang kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota dan secara operasional dituangkan dalam keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 1363 tahun 2024 tentang pedoman teknis kampanye, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.
Debat publik pertama ini mengusung tema "Menuju Lembata Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan".
Tujuan dari debat terbuka ini adalah memperkenalkan profil, visi misi dan program kerja dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati kepada warga pemilih.
Selain itu memberikan informasi secara menyeluruh kepada pemilih dalam menentukan pilihannya serta mengelaborasi tema dan sub tema yang dirumuskan tim perumus debat yang selanjutnya dilakukan pendalaman dalam bentuk soal-soal atau pertanyaan dari para panelis debat.
"Harapan kami debat publik yang disaksikan baik secara langsung di tempat ini maupun melalui live streaming dari kanal YouTube KPU Kabupaten Lembata, POS-KUPANG.COM dan TribunFlores dapat didengar dengan saksama oleh pemilih se-Kabupaten Lembata yang tercatat dalam daftar pemilih tetap sejumlah 105.806 pemilih yang tersebar di 9 kecamatan, 151 desa/kelurahan serta 267 TPS," kata Hermanus.
"Setelah menyaksikan, mendengar dan menyimak debat publik ini kami mengajak masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di TPS pada hari Rabu, tanggal 27 November 2024 yang mana debat publik ini bisa menjadi salah satu referensi dalam menentukan pilihannya,” sambungnya.
Disamping itu, kiranya debat publik pertama ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, saling menghormati setiap ide atau gagasan, pertanyaan dan jawaban yang diutarakan oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
Hermanus menutup sambutannya dengan sebuah pantun :
Kain lurik bahannya katun
Aroma harum minyak zaitun
Mari berdebat secara santun
Jadikan visi misi sebagai penuntun. (uzu/llr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
POS KUPANG/RICKO WAWO
Hermanus Haron Tadon
POS KUPANG/RICHO WAWO
DEBAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata gelar debat calon Bupati-Wakil Bupati Lembata dengan tema “Menuju Lembata Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”. Berlangsung di Aula Ankara Kelurahan Lewoleba Timur Lembata pada Sabtu (26/10).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-debat-perdana-Pilkada-Lembata.jpg)