Berita NTT
DPR RI Soroti Ribuan Sapi di Kabupaten Kupang yang Belum Divaksin
Sementara itu, Okto Amnifu, salah seorang peternak di Desa Merbaun, mengaku cemas akan kondisi ribuan ternak yang belum divaksin.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota DPR RI Komisi IV, Usman Husein, mendesak Bupati Kabupaten Kupang, khususnya Dinas Peternakan, untuk segera melakukan vaksinasi terhadap ribuan ternak sapi di Kecamatan Amarasi Barat.
Menurut Usman, keterlambatan vaksinasi ini dapat berdampak luas, baik bagi kesehatan ternak maupun bagi masyarakat yang mengonsumsi daging ternak yang tidak divaksin.
Usman menjelaskan, vaksinasi pada ternak sapi seharusnya dilakukan setiap tiga bulan sekali, terutama sebelum musim hujan, untuk memperkuat daya tahan tubuh ternak terhadap penyakit.
"Harusnya tiga bulan sekali, sebelum musim hujan sudah divaksin untuk ketahanan tubuh ternak," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 27 Oktober 2024.
Keterlambatan vaksinasi ini, menurut Usman berpotensi memicu penyebaran penyakit menular yang berbahaya, penyakit umum yang terjadi pada sapi saat musim hujan.
Jika tidak divaksin, sapi yang terkena penyakit ini berisiko mati, sehingga peternak merasa terancam rugi.
Selain itu, Usman mengingatkan bahwa tanpa vaksinasi, sapi yang sakit bisa disembelih dan dijual ke pasar untuk konsumsi masyarakat, yang berisiko pada kesehatan publik.
"Takutnya tidak divaksin atau keterlambatan divaksin, ternak tersebut sakit dan pemilik merasa terancam karena takut rugi disembelih dan dijual kepada masyarakat untuk dikonsumsi. Imbasnya kepada masyarakat karena konsumsi hewan sakit," tegasnya.
Sementara itu, Okto Amnifu, salah seorang peternak di Desa Merbaun, mengaku cemas akan kondisi ribuan ternak yang belum divaksin.
Ia menyebutkan bahwa hingga 6.000 hingga 7.000 ekor sapi di desanya berisiko terkena penyakit mematikan tanpa perlindungan vaksin.
"Kami sangat terganggu dengan terlambatnya vaksinasi ini. Setiap tahun kami mendapat vaksin untuk mencegah penyakit kepala bengkak dan ngorok, tetapi tahun ini belum ada pemberitahuan dari dinas,” ungkapnya.
Baca juga: Ketemu Owner Lion Air Group, Usman Husin Minta Maskapai Wings Air Layani Penerbangan Kupang-Rote
Okto menambahkan, penyakit tersebut sulit diobati, dan tanpa vaksinasi, sapi-sapi yang terinfeksi akan sulit diselamatkan. Kondisi ini sangat merugikan, terutama bagi peternak yang membeli ternak dengan modal pinjaman.
"Jika terjadi wabah, kami peternak sangat dirugikan. Sapi-sapi ini kami beli menggunakan modal pinjaman, jadi kami berharap pemerintah segera membantu," tambah Okto. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.