Jumat, 1 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sepekan Kedepan, NTT Waspada Angin Kencang

BMKG keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hujan lebat dan angin kencang sepekan kedepan, NTT waspada angin kencang.

Tayang:
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/DOKUMENTASI WARGA
Cuaca Ekstrem di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara menyebabkan terjadi banjir - BMKG keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hujan lebat dan angin kencang sepekan ke depan, NTT Waspada Angin Kencang. 

POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hujan lebat dan angin kencang sepekan kedepan.

Menurut Prakiraan Cuaca BMKG ada 25 Wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang hingga 17 Oktober 2024. 

BMKG menjelaskan, secara umum, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Berikut Wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang:

Baca juga: BMKG ingatkan NTT waspada Angin Kencang hingga 17 Oktober 2024, Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini

Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kep. Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Benten
Jawa Barat
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua Pegunungan
Papua Selatan

Baca juga: BMKG Prakirakan Cuaca Hari Ini, Jumat 11 Oktober 2024, NTT Berpotensi Hujan Sedang

Wilayah berpotensi angin kencang

Aceh 
Sumatera Utara 
Sumatera Barat
Lampung
Jawa Barat
Yogyakarta
NTT
Sulawesi Selatan
Papua Selatan

Fenomena Peralihan Musim 

Berdasarkan Analisis  BMKG, hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di 25 Wilayah tersebut merupakan fenomen peralihan musim atau musim pancaroba. 

"Hujan di periode ini sering kali bersifat lokal dan tidak merata, dengan intensitas yang bervariasi antara sedang hingga lebat dalam durasi singkat," tulis BMKG melalui akun Instagram @infobmkg.

Selama peralihan musim ini, lanjutnya, kondisi atmosfer cenderung menjadi labil dibanding musim kemarau, sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif seperti Cumulonimbus (CB).

Awan-awan ini bisa memicu cuaca ekstrem, seperti petir, angin kencang, bahkan hujan es di wilayah dan pada kondisi tertentu.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada menghadapi cuaca yang terik dan potensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas tinggi bisa terjadi kapan saja dan mungkin disertai petir serta angin kencang," tulis BMKG.

Kondisi Dinamika Atmosfer Global
BMKG mengatakan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan dalam sepekan ke depan.

Sementara untuk aktivitas gelombang atmosfer Kelvin terpantau di sebagian wilayah Sumatra Barat, Jambi, dan Pulau Jawa untuk sepekan ke depan. Faktor-faktor ini mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah wilayah tersebut. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved