Selasa, 12 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 10 Oktober 2024, Jangan Malas! Bekerja dan Berdoalah!

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan?

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pater John Lewar, SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Kamis 10 Oktober 2024, Jangan Malas! Bekerja dan Berdoalah! 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Kamis 10 Oktober 2024, Jangan Malas! Bekerja dan Berdoalah!

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz STM Nenuk Atambua Timor.

Hari Biasa Pekan XXVII
Lectio: Galatia 3:1-5; Mazmur T dari Luk. 1:69-70.71-72.73-75;
Injil: Lukas 11:5-13

Missio:
Kita, orang beriman Kristiani percaya bahwa Tuhan itu ada, dan alam semesta beserta isinya diciptakan oleh-Nya. Agama mengajarkan kepada kita bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan senantiasa berada dalam kuasa-Nya. Manusia tidak menjadi hebat dan kuat karena dirinya sendiri.

Manusia penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Asalnya hanya dari debu tanah, dan akan kembali ke tanah ketika waktunya telah tiba. Namun karena cinta Tuhan kepada manusia, maka kita dihembusi dengan Roh Allah, sehingga bernyawa dan hidup! Demikianlah hidup adalah pemberian Tuhan. Hadiah, tanda cinta.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 8 Oktober 2024, Pilihan Terbaik di Tengah Kesibukan

Lalu bagaimanakah seharusnya manusia menjalani kehidupannya? Jika manusia dicintai Allah, menjadi umat kesayangan-Nya, bukankah seharusnya kita cukup berseru dan meminta ketika kita membutuhkan sesuatu? Bukankah Allah itu Mahakuasa? Untuk apa kita bersusah payah jika Allah dalam sekejap bisa memberikan segalanya?

Salah satu kelemahan yang dimiliki manusia adalah kemalasan. Kita sering kali manja dan menjadi arogan disebabkan keyakinan kita karena memiliki Allah yang penuh kasih dan Mahakuasa. Lalu kita menganggap cukup dengan meminta, Allah pasti memberikan. Bukankah ada tertulis dalam Injil Lukas: “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan
setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan?” (Luk. 11:10).

Dari awal penciptaan Allah memberikan alam dan segala isinya dalam penguasaan manusia. Tapi Allah juga memberikan akal budi dan hikmat kepada manusia, agar dapat mengelola alam dengan bekerja! Manusia menggarap tanah dan tanah memberikan hasil. Karena keserakahan manusialah, yang menginginkan hasil yang banyak secara instan, sekali lagi, manusia sering diperdaya oleh kuantitas dan kecepatan/waktu; sehingga kehilangan hikmat.

 Alam dieksploitasi oleh manusia, diperlakukan dengan dorongan nafsu penguasaan, tapi diabaikan dalam perawatan. Lalu ketika keseimbangan alam itu hilang, dan terjadi bencana, manusia beragama ini menengadah dan berteriak pada Tuhan: “Mengapa Engkau biarkan kami menderita, ya Tuhan?”

Ketika Allah menciptakan, bukan Diri-Nya saja yang berperan. Allah mengambil waktu istirahat karena ingin memberikan tempat pada manusia untuk ikut berkarya. Manusia harus mengambil bagian dalam proses penciptaan, karena manusia merupakan ciptaan yang lahir dari Sang Pencipta. Manusia dibuat serupa dengan Allah Pencipta. Untuk itu janganlah kita salah artikan ayat-ayat Injil Lukas dalam bacaan hari ini.

Meminta bukan berarti sekedar menyodorkan tangan terbuka, menunggu pasif diberi oleh Bapa. Sebaliknya meminta berarti bekerja – berbuat – berkarya, dengan sekuat kemampuan manusiawi kita dan kemudian datang berlutut di hadapan-Nya dengan penuh kerendahan hati, mengakui keterbatasan kita dan berdoa memohon Dia mau memberkati setiap pekerjaan kita.

Agama tidak menjadikan kita arogan, apalagi malas. Sebaliknya agama menjaga kerendahan hati kita untuk selalu meletakkan rasa hormat kita pertama-tama kepada Sang Pencipta.

Tertulis pada dokumen Persaudaraan Manusia (art. 23): Tujuan pertama dan terpenting dari agama adalah percaya pada Allah, untuk menghormati-Nya dan untuk mengundang semua perempuan dan laki-laki untuk memercayai bahwa alam semesta ini bergantung pada Allah yang mengaturnya (Angel – Karya Kepausan Indonesia)

Missio:
Jangan malas! Rajin bekerja dan berdoa adalah wujud iman kita akan kesetiaan dan pemeliharaan Allah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved