Jumat, 10 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 9 Oktober 2024, Doa Bapa Kami

Doa bukan sebuah konsep apalagi hafalan. Doa adalah ungkapan hati karena kedekatan relasi dengan Tuhan yang perlu dibiasakan terus-menerus.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
RD Eman Kiik Mau 

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Renungan Harian Katolik Rabu, 09 Oktober 2024, Doa Bapa Kami, sesuai Lukas 11:1-4.

Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid punya struktur yang menarik. 

Doa diawali dengan pujian atau pengakuan atas kemuliaan Tuhan dan harapan akan datang kerajaan-Nya. Kemudian baru diikuti oleh satu rangkaian permohonan agar Tuhan memenuhi kerinduan umat manusia. 

Doa Bapa Kami adalah model doa yang sangat mendalam. Kita memperhatikan semua dimensi kehidupan:

- Masa Kini:
Kita mohon rezeki setiap hari.

- Masa Lampau:
Kita mohon ampun atas dosa yang telah kita lakukan.

- Masa Depan:
Kita mohon agar dibebaskan dari cobaan. 

Selain itu, Doa Bapa Kami punya dimensi sosial. Kita doa bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang lain. 

Dalam Doa Bapa Kami, kita gabungkan 3 unsur berikut ini:

-  Memuliakan Tuhan.

- Menyerahkan diri ke dalam penyelenggaraan Tuhan.

- Solider memperhatikan nasib sesama manusia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 9 Oktober 2024, “Ajarlah Kami Berdoa” 

Doa Bapa Kami istimewa, karena diajarkan oleh Yesus sendiri. Doa ini memuat ungkapan-ungkapan yang seharusnya disampaikan manusia pada Allah sebagai Bapa. Doa ini juga menjadi contoh dan pola untuk doa-doa lainnya yang secara spontan disampaikan kepada Allah. 

Semoga dengan setiap kali kita mendoakan doa Bapa Kami, kita semakin terbentuk menjadi pribadi yang rendah hati di hadapan Allah, senantiasa memuji dan bersyukur atas segala kebaikan-Nya, menyadari kelemahan dan kerapuhan diri dalam menghadapi cobaan dari yang jahat, serta terus berjuang agar menjadi pribadi yang mudah untuk mencintai dan mengampuni sesama. 

Doa bukan sebuah konsep apalagi hafalan. Doa adalah ungkapan hati karena kedekatan relasi dengan Tuhan yang perlu dibiasakan terus-menerus.

Mari kita terus belajar dan membiasakan diri untuk selalu berdoa dengan baik dan benar mulai hari ini. 

Tuhan Yesus, mampukanlah kami berdoa dalam nama-Mu. Amin. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved