Berita NTT
BP3MI NTT dan GMIT Kerja Sama Perkuat Pelindungan Pekerja Migran
kesepakatan ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait migrasi aman kepada masyarakat NTT khususnya bagi jemaat GMIT.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - BP3MI NTT dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menjalin kerja sama memperkuat pelindungan bagi pekerja migran Indonesia atau PMI asal NTT.
Selain meneken kesepakatan lewat penandatanganan bersama pimpinan BP3MI NTT dan GMIT. Upaya itu merupakan langkah strategis yang dibuat agar semakin memberi penguatan pelindungan bagi PMI.
Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, S. Sos, dan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pendie, S. Th, di GMIT Center, Kupang, Kamis, 3 Oktober 2024.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan sosialisasi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Baca juga: Wings Air Hentikan 10 Rute di NTT Akibat Erupsi Gunung Lewotobi
"Kolaborasi dengan GMIT sangat strategis mengingat pengaruh besar gereja di NTT. Kami yakin melalui jaringan GMIT, masyarakat bisa lebih mudah memahami pentingnya migrasi aman dan prosedural," kata Suratmi.
Suratmi menambahkan, kesepakatan ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait migrasi aman kepada masyarakat NTT khususnya bagi jemaat GMIT.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka PMI yang berangkat Non Prosedural dan mengurangi risiko eksploitasi yang sering menimpa pekerja migran," tegasnya.
Suratmi menyebut adalah 94 jenasah PMI non prosedural asal NTT yang meninggal dunia di luar negeri. Puluhan jenazah itu terdata hingga September 2024. Berkaca dari berbagai persoalan, BP3MI gencar melakukan mitigasi, termasuk bekerja sama dengan GMIT.
Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pendie mengatakan, gereja memiliki peran penting dalam mendukung pelindungan jemaatnya, terutama umat yang berpotensi menjadi PMI.
"Gereja GMIT terpanggil untuk melindungi jemaat dari segala bentuk eksploitasi. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai prosedur migrasi yang aman dan bagaimana jemaat dapat melindungi diri ketika bekerja di luar negeri," katanya.
Pendeta Semuel juga berharap melalui kolaborasi ini, semakin banyak calon PMI dan keluarganya yang memahami prosedur migrasi yang aman dan dapat terhindar dari risiko jalur non-prosedural yang berbahaya.
"Kami bersama BP3MI NTT berkomitmen untuk bersama-sama melindungi dan memberdayakan PMI asal NTT demi masa depan yang lebih baik," ujar dia. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.