Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres

Presiden Jokowi Dukung Prabowo Tambah Kabinet: Itu Bagus, Bagus Sekali

Presiden Jokowi mendukung Prabowo Subianto jika nantinya menambah jumlah Menteri dalam mempercepat kerja pemerintah untuk bangun Indonesia.

Editor: Frans Krowin
Instagram
DUKUNG PRABOWO – Presiden Jokowi mendukung semua langkah Presiden Terpilih, Prabowo Subianto termasuk dalam menambah cabinet untuk periode pemerintahan 2024 – 2029. 

POS-KUPANG.COM – Presiden Jokowi mendukung Prabowo Subianto jika nantinya menambah jumlah Menteri dalam mempercepat kerja pemerintah untuk bangun Indonesia. Ia memberikan apresiasi demi kepentingan bangsa dan negara ini ke depan. 

Dikatakannya, pembentukan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Penambahan kabinet juga merupakan langkah yang baik untuk bangsa dan negara ini.

Jika kabinet bertambah, maka bisa langsung bergerak dan bekerja setelah dilantik, sehingga tidak lagi menghabiskan waktu. 

"Bagus sekali, artinya memang kabinet yang bekerja, kabinet yang setelah dilantik akan segera bergerak, bekerja, dan tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu. Saya rasa bagus sekali," ujar Jokowi  di Istana Merdeka pada Sabtu 21 September 2024. 

Jokowi juga menanggapi soal kabar jumlah kementerian di era Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut bakal lebih banyak dari sekarang. 

Ia tak mempersoalkan, sebab menurutnya hal tersebut menjadi prerogatif presiden terpilih.

"Itu hak prerogatif presiden terpilih," ujarnya.

Untuk diketahui, zaken kabinet merupakan kabinet yang terdiri dari para pakar di bidangnya.

Adapun, wacana zaken kabinet ini disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Menurut Muzani, Prabowo ingin membuat zaken kabinet atau jajaran menteri yang berasal dari kalangan profesional pada pemerintahan barunya. 

Prabowo disebut meminta Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusulkan kalangan profesional untuk masuk menjadi menteri dalam kabinetnya.

"Pak Prabowo ingin ini adalah sebuah pemerintahan zaken kabinet. Di mana yang duduk adalah orang-orang yang ahli di bidangnya meskipun yang bersangkutan berasal atau diusulkan dari parpol," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 9 September 2024.

Dengan begitu, kata dia, nantinya jabatan menteri diisi dari orang yang memiliki keahlian. 

Tak hanya itu, figur yang diusulkan harus memiliki relevansi dengan kementerian yang dipimpin.

"Sehingga tidak kehilangan relevansinya di jabatan yang diduduki karena yang bersangkutan memiliki keahlian dari jabatan yang disandang."

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved