Berita NTT

Revitalisasi Pertanian Adat dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan di Timor Tengah Selatan

Hari Tani Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan

|
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur binaan Yayasan Kopernik menanam tanaman pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan. 

Inovasi lain yang diperkenalkan adalah budidaya lalat tentara hitam, yang larvanya sangat efektif mengurai limbah organik dan dapat digunakan sebagai pakan ternak yang kaya protein.

Budidaya ini tidak hanya membantu mengurangi biaya pakan, tetapi juga mengurangi biaya operasional bagi petani dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Dengan memadukan inovasi ini, petani di TTS dapat meningkatkan hasil tani dan pendapatan mereka, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka sehari-hari serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, organisasi, serta lewat dukungan dana dari Citi Foundation dan Institute of Food Technologists (IFT).

Kolaborasi ini memungkinkan adanya pendanaan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan bagi para petani dalam mengadopsi teknologi baru dan praktik regeneratif yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu contoh kegiatan kolaboratif dari program ini adalah 'Tok Tabua mbi Biloto,' yang berarti ‘duduk bersama di Desa Biloto’, sebuah forum berbagi pembelajaran yang diadakan pada akhir bulan Agustus lalu di Desa Biloto yang mengumpulkan sebanyak 80 petani-petani dari 10 desa di TTS.

Di sini, para petani saling bertukar pengalaman tentang praktik pertanian adat serta penerapan teknologi inovatif.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial di antara para petani, tetapi juga mendorong lebih banyak diskusi tentang pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Selain itu, inisiatif Hai Mnahat juga berkolaborasi dengan para pegiat kreatif untuk membangun kesadaran masyarakat lebih luas tentang pemanfaatan pangan dan pertanian lokal.

Sejumlah komika ternama NTT, seperti Marissa Dillak dan Naris Kalle, turut berkolaborasi dengan Yayasan Kopernik dalam memproduksi video iklan layanan masyarakat yang tak hanya menghibur namun juga edukatif. 

Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, sektor kreatif, bahkan antarpetani diperlukan untuk memastikan bahwa tiap petani mendapatkan dukungan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan demikian, petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah mereka, tetapi juga meningkatkan pendapatan ekonomi mereka.

Hari Tani Nasional harus menjadi momen bagi kita semua untuk terus mendukung petani dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved