Minggu, 12 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 14 September 2024, "Beroleh Hidup yang Kekal"

Hari ini  gereja secara khusus merayakan pesta pemuliaan salib  suci. Dalam kalender liturgi Kekristenan, ada beberapa Pesta Pemuliaan Salib Suci

Editor: Eflin Rote
dok-pribadi Bruder Pio Hayon SVD
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik untuk hari Sabtu 14 September 2024 

Renungan Harian Katolik
Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu Biasa Pekan XXIII
Sabtu, 14 September 2024. Pesta Pemuliaan Salib Suci
Bacaan I:  Bil. 21: 4-9
Bacaan II: Flp. 2: 6-11
Injil: Yoh. 3: 13-17
 “…beroleh hidup yang kekal”

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Hidup kekal selalu dikaitkan dengan satu hidup baru di dalam Allah yang membuat kita layak tinggal bersama Allah dalam kediaman abadi di surga.

Maka kehidupan yang kekal itu identik dengan hidup Allah sendiri dan kita hanya mengambil bagian dalam kekekalan Allah  yang dimeteraikan dalam darah Kristus yang tersalib yang diteguhkan oleh Roh Kudus.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini  gereja secara khusus merayakan pesta pemuliaan salib  suci. Dalam kalender liturgi Kekristenan, ada beberapa Pesta Pemuliaan Salib Suci yang berbeda, yang mana semuanya memperingati Salib yang digunakan untuk menyalibkan Yesus.

Jumat Agung ditujukan untuk mengenang Sengsara dan Penyaliban Kristus, sedangkan Pesta Salib Suci dikhususkan untuk merayakan kayu salib itu sendiri sebagai instrumen keselamatan. Perayaan ini terkadang juga disebut Feast of the Glorious Cross (Pesta Salib Yang Mulia).

Menurut legenda yang telah tersebar luas, Salib Sejati ditemukan pada tahun 326 oleh Santa Helena, ibu dari Kaisar Romawi Konstantinus Agung saat ia berziarah ke Yerusalem.

Kemudian Gereja Makam Kudus dibangun di lokasi penemuan tersebut, atas perintah St Helena dan Kaisar Konstantinus. Gereja tersebut dipersembahkan untuk temuan suci itu dan diresmikan 9 tahun kemudian, dengan sebuah potongan dari kayu salib tersebut  ditempatkan di dalamnya.

Legenda lain menyebutkan bahwa pada tahun 614, potongan kayu salib tersebut diambil dari Gereja Makam Kudus oleh bangsa Persia, dan hilang sampai akhirnya berhasil direbut kembali oleh Kaisar Bizantium Heraklius pada tahun 628. Awalnya dibawa ke Konstantinopel, tetapi kemudian dikembalikan ke gereja tersebut pada tahun berikutnya.

Tanggal Pesta Salib Suci merupakan tanggal peresmian dan pemberkatan Gereja Makam Kudus pada tahun 335. Pesta ini merupakan perayaan selama 2 hari; meskipun konsekrasi yang sesungguhnya atas Gereja Makam Kudus adalah 13 September, tetapi kayu salib tersebut baru dibawa keluar gereja pada 14 September sehingga kaum klerus maupun umat dapat berdoa di hadapan Salib Sejati, dan semuanya maju ke depan untuk menghormatinya.

Tradisi berlanjut dan setiap tahun dirayakanlah Pesta Salib Suci di Yerusalem. Kekhidmatan perayaan ini menarik sejumlah besar biarawan dari Mesopotamia, Syria, Mesir dan dari provinsi-provinsi Romawi lainnya untuk datang ke Yerusalem.

Setiap tahunnya, tidak kurang dari 40 uskup menempuh perjalanan jauh dari keuskupan mereka untuk menghadiri perayaan ini. 

Di Yerusalem pesta ini berlangsung selama 8 hari berturut-turut dan, pada masa itu, pesta ini menjadi suatu perayaan yang hampir sama pentingnya dengan Paskah dan Epifani.

Pesta ini kemudian menyebar ke luar Yerusalem, mulai dari Konstantinopel (sekarang Istanbul) sampai ke Roma pada akhir abad ketujuh, dan akhirnya masuk ke dalam kalender liturgi Gereja Katolik sebagai suatu pesta wajib. Dan bagi kita, Salib itu adalah simbol keselamatan yang  dianugerahkan Yesus kepada kita.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved