Berita Kabupaten Kupang
BPS Canangkan Desa Bokong di Kabupaten Kupang NTT Sebagai Desa Cantik
Menurut Matamira, desa kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan desa, sekaligus ujung tombak pengumpulan data sektoral
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI- Desa Bokong di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, Provinsi NTT dicanangkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Pencanangan sebagai Desa Cantik ini dalam program Pembinaan Desa Cantik 2024 menurut Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale sangat penting.
Menurut Matamira, desa kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan desa, sekaligus ujung tombak pengumpulan data sektoral, perlu pembinaan statistik tingkat desa kelurahan untuk menghasilkan data berkualitas langsung dari sumbernya.
"Desa cantik sebagai pembinaan statistik, yang meliputi kapabilitas statistik desa meningkat, data statistik yang dikelola desa semakin berkualitas, pengambilan keputusan berdasar data, dan pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran," ungkap Matamira pada Jumat 6 September 2024.
Kepala BPS Kabupaten Kupang, I Made Suantara menambahkan, pencanangan Desa Cantik ini dilakukan pada bulan September dimana ini bertepatan dengan momentum Hari Statistik Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 26 September.
Baca juga: BPS NTT Gelar Sosialisasi Proyeksi Penduduk Kabupaten dan Kota 2020-2035
"Bulan September ini, kami di BPS memeriahkan HSN dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya statistik. Oleh karena itu, pelaksanaan bimtek dan pencanangan Desa Cantik menjadi bagian dari semarak HSN yang kami rayakan di seluruh Indonesia," jelas Suantara.
Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba mengatakan program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.
"Melalui program ini, desa-desa akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola data. Dengan begitu, desa dapat menjadi sumber data yang valid dan akurat, yang sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa hingga tingkat pusat," ungkapnya.
Melalui program ini para Kepala Desa, perangkat desa dan pengelola data di desa diajarkkan untuk tahu bagaimana cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data statistik, meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dalam penyelenggaraan kegiatan statistik, mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran.(ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.