Pilkada Jakarta 2024

Cerita Pramono Anung soal Pilkada Jakarta: Mulanya Ingin Minta Adian Napitupullu Jadi Komandan

Pramono Anung, kandidat gubernur yang diusung PDIP mengisahkan langkah politiknya menghadapi Pilkada Jakarta 2024 yang kini membentang di depan mata.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MULANYA ADIAN – Pramono Anung sekilah mengisahkan langkah politiknya untuk Pilkada Jakarta 2024. Mulanya ia ingin meminta Adian Napitupulu untuk menjadi komandan, namun itu diurungkan dan diganti dengan yang lain. 

POS-KUPANG.COM – Pramono Anung, kandidat gubernur yang diusung PDIP mengisahkan langkah politiknya menghadapi Pilkada Jakarta 2024 yang kini membentang di depan mata.

Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung itu pun tak sungkan-sungkan mengisahkan tentang awal penugasan dirinya oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk maju dan bertarung dalam momen politik ini.

Dikatakannya, sebenarnya ia menolak tawaran yang disodorkan partainya tersebut. Bahkan ia juga menanyakan langsung ke Ketua Umum PDIP, perihal kenapa dirinya yang diputuskan untuk maju dalam pesta demokrasi tahun 2024 ini.

"Waktu itu, bukan hanya bertanya, tapi sempat nangis-nangis," ucap Politikus senior PDIP ini saat sesi wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Palmerah, Jakarta, Sabtu 31 Agustus 2024.

Setelah itu, lanjut Pramono Anung, dirinya sama sekali tak bisa melawan perintah langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnouptri yang adalah putri Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno.

Pramono juga mengatakan, bahwa pihaknya akan segera membentuk tim pemenangan untuk perhelatan politik di Pilkada Jakarta 2024 tersebut

Disebutkannya, bahwa mulanya ia ingin meminta Adian Napitupulu untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan. Namun setelah dipertimbangkan, Pramono Anung yang juga Mantan Sekjen PDIP ini menuturkan, Ketua Tim Pemenangan Pramono-Rano Karno kemungkinan bukan kader partai politik.

Ia pun mengaku sudah berdiskusi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

"Awalnya sih saya ingin Adian Napitupulu yang menjadi komandan."

"Tapi melihat dinamika yang ada dan saya sudah rapat dengan tim yang ada, saya sampaikan yang akan saya ajukan adalah seorang publik figur yang bisa diterima di Jakarta tetapi siapanya nanti saya sampaikan kemudian," ucapnya.

Baca juga: Anies Baswedan Gagal ke Pilkada, Sosok Ini Disebut Jadi Biang Kerok, Siapa Sih?

Baca juga: Jamiluddin Ritonga: Banyak Pendukung Militan Anies Baswedan Diprediksi Bakal Golput

Pramono juga menegaskan komitmen bersama dirinya dengan Rano Karno maju di Pilkada Jakarta 2024.

"Saya sudah sepakat dengan Bang Doel, saya bilang ke bang Doel kalau kita diberi Amanah maju berdua, kita jangan bawa politik identitas, politik agama."

"Kita berkompetisi secara riang gembira menawarkan gagasan," jelasnya.

Pramono juga mengakui punya modal mampu berkomunikasi dengan baik terhadap siapapun, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih Prabowo Subianto hingga semua Ketua Umum Partai politik. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved