Berita NTT
Komunitas Dusun Flobamora Bangun Inisatif Kaum Muda Lewat Festival Sastra Santarang
Selain menjadi agenda tahunan, Komunitas Sastra Dusun Flobamora menggagas FSS agar gerakan membaca dan menulis sastra menjadi kebiasaan sehari-hari.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komunitas Sastra Dusun Flobamora menggelar Festival Sastra Santarang (FSS) tahun 2024 dengan tema ‘Ruang dan Raung’ pada tanggal 30-31 Agustus 2024.
Ketua Panitia Pelaksana, Saddam HP mengungkapkan FSS yang diselenggarakan tahun 2024 mendapat bantuan dari Pemerintah melalui Kemendikbudristek RI, untuk Badan Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.
“Dengan adanya dukungan pemerintah dan inisiatif kaum muda, kami bisa menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya Sabtu, 31 Agustus 2024 di Aula Dinas Kominfo Provinsi NTT.
Tujuan dilaksanakan FSS ini, menurut Saddam, untuk merangsang inisiatif serta kreativitas kaum muda khususnya kaum muda Kota Kupang di bidang sastra yang masih jarang dan terpisah.
“Festival Sastra Santarang merangkum niat baik dan inisiatif tersebut, agar bisa berjalan bersama. Dengan terlaksananya festival ini kita harapkan adanya letupan kecil, yang akan memicu letupan yang lebih besar di bidang sastra dari Kota Kupang,” ungkapanya.
Bekaca pada pengalaman pribadinya, Saddam menuturkan sastra harus bergerak dari sekolah-sekolah.
“Pengalaman saya sastra harus bergerak dari sekolah-sekolah, tentang bagaimana anak SMP dan SMA belajar mencintai sastra dan menulis sastra yang baik dan benar, baik di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Sastra bukan saja pelajaran, tetapi juga keindahan yang dekat dengan anak-anak, sekolah, dan orang-orang muda,” tuturnya.
Selain menjadi agenda tahunan, Komunitas Sastra Dusun Flobamora menggagas FSS agar gerakan membaca dan menulis sastra menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Kegiatan FSS ini adalah agenda tahunan, tetapi gerakan membaca dan menulis ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Harapan kami benih seni itu muncul dalam diri anak-anak sekolah dan kaum muda, karena ini adalah gerakan seni bersama. Sastra bukah hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, tetapi terbuka untuk semua kalangan,” katanya.
Saddam juga mengajak pemerintah untuk berkolaborasi dengan komunitas sastra, untuk meningkatkan literasi dan memerangi buta aksara di NTT.
Selain itu, media massa cetak, online dan elektronik bisa menjadi wadah kaum muda menyalurkan tulisannya.
“Kami juga berharap media memberi ruang bagi karya-karya sastra, agar kaum muda bisa menjadikan media sebagai wadah untuk menyalurkan karya-karya tersebut,” harapnya.
Baca juga: Komunitas Sastra Dusun Flobamora Gelar FGD, Kadis Kominfo NTT Harap Perkuat Literasi
Pada FSS ini, Komunitas Sastra Dusun Flobamora mengundang komunitas seni yang ada di Kota Kupang, komunitas literasi, siswa-siswi SMP Katolik St. Yosep Naikoten, SMP Katolik St. Agustinus Adisucipto Penfui, SMA St. Arnoldus Janssen, SMA Katolik Giovanni Kupang, dan SMAS Seminari St. Rafael Oepoi Kupang.
Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015, lalu tahun 2022 dengan tema Tumbuh, tahun 2023 dengan tema Mekar di Tengah Kota dan tahun 2024 bertema Ruang dan Raung. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.