Berita Flores Timur

Dua Siswa SMAN Adonara Dikeluarkan dengan Alasan Tatib, Ini Respon PGRI Flotim

Sementara orangtua Yosep Eban Ola, Yosefina Dai Suban, mengatakan kejadian berawal saat Yoseph menampar pipi Yohanes Ola Boli.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-PGRI FLOTIM
Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian 

"Kurikulum Merdeka belajar yang diterapkan di Indonesia saat ini tidak lagi gunakan tatib. Jika belum diterapkan pada sekolah tersebut, maka tatib harus disusun bersama siswa," ujarnya saat dihubungi, Kamis, 29 Agustus 2024.

Ia mengatakan, keberhasilan guru dalam mendidik siswa bukan membuat yang pintar menjadi berprestasi, melainkan mengubah yang tidak pintar menjadi pintar dan yang berkelakuan kurang baik menjadi berkarakter baik.

Baca juga: Viral Perkelahian Pemuda di Kupang, Warganet Singgung Petuk Taste Colombia

Karena itu, kata Maksi, skor yang dimuat dalam tatib sebagai acuan pemberian sanksi, harusnya tidak semata-mata bertambah.

Tetapi, Maksi melanjutkan, saat ada ruang perbaikan sikap atau pemenuhan sanksi, maka bisa mengurangi skor sebagai ruang bagi siswa agar bisa berbenah.

"Pointnya adalah, ada kesempatan bagi peserta didik untuk berbenah dengan pendampingan guru," ujarnya. 

Maksi mengatakan, jika seorang siswa terlibat perkelahian dengan temannya di sekolah, maka pihak sekolah harus melakukan mediasi terpisah dengan melibatkan orangtua atau wali. 

Sekolah diharapkan memberikan sesi konseling atau program edukatif terkait pengendalian emosi dan konflik. Ini bertujuan untuk mencegah insiden serupa terulang.

"Sekolah harus melakukan pengawasan dan pembinaan lanjutan perilaku siswa dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi. Jika diulangi,  sanksinya bisa lebih tegas. jadi bukan serta merta dikeluarkan," tutupnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved