Jumat, 10 April 2026

Ruang Angkasa

Dua Astronot yang Terjebak di Orbit Baru Bisa Dipulangkan Bulan Februari 2025

NASA menganggap masalah pada sistem pendorong Starliner terlalu berisiko untuk membawa pulang awak pertamanya sesuai rencana. 

|
Editor: Dion DB Putra
NASA
Butch Wilmore dan Suni Williams di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON DC - Dua orang astronot yang terjebak di orbit baru akan dipulangkan NASA ke Bumi pada bulan Februari 2025.

Kedua astronot terjebak di orbit sudah lebih dari dua bulan. Astronot NASA bernama Barry  Wilmore dan Sunita Williams terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan Starliner milik Boeing pada 5 Juni 2024 untuk misi yang seharusnya hanya delapan hari. 

Akan tetapi jadwal kepulangan mereka tertunda karena terjadi malfungsi pada sistem pendorong Starliner. Itu adalah misi berawak pertama ke ISS oleh pesawat luar angkasa Boeing. 

Para pejabat NASA pada Sabtu (24/8/2024) menyampaikan, dua astronot yang terbang ke ISS dengan menggunakan kapsul Starliner milik Boeing harus kembali ke Bumi dengan memakai pesawat SpaceX pada awal tahun depan. 

NASA menganggap masalah pada sistem pendorong Starliner terlalu berisiko untuk membawa pulang awak pertamanya sesuai rencana. 

Dalam konferensi pers di Huston, para pejabat NASA kemudian memastikan, kedua astronot dalam keadaan aman dan siap untuk tinggal lebih lama lagi di orbit. 

"Mereka akan menggunakan waktu tambahan untuk melakukan eksperimen sains bersama tujuh astronot lainnya," kata NASA, sebagaimana dilansir Reuters. 

Dalam perubahan yang jarang terjadi dalam operasi astronot NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams diperkirakan baru akan kembali ke Bumi pada Februari 2025. 

Mereka akan dipulangkan dengan  pesawat ruang angkasa Crew Dragon SpaceX milik Elon Musk yang akan diluncurkan bulan depan sebagai bagian dari misi rotasi astronot rutin. 

Dua dari empat kursi astronot Crew Dragon akan dikosongkan untuk Wilmore dan Williams. 

Keputusan badan antariksa Amerika Serikat yang meminta pesaing utama Boeing untuk mengembalikan para astronotnya tersebut menjadi salah satu keputusan NASA yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Boeing berharap misi uji coba Starliner akan menebus program yang bermasalah setelah bertahun-tahun mengalami masalah pengembangan dan pembengkakan anggaran lebih dari 1,6 miliar dollar AS sejak 2016. 

Lima dari 28 pendorong Starliner dilaporkan telah gagal selama penerbangan dan terjadi beberapa kebocoran helium, yang digunakan untuk memberi tekanan pada pendorong.

Untungnya, Starliner masih bisa merapat ke stasiun berupa sebuah laboratorium seukuran lapangan sepak bola yang telah menampung kru astronot bergilir selama lebih dari dua dekade. 

NASA menuturkan, Starliner milik Boeing akan lepas landas dari ISS tanpa awak pada awal September 2024. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved