Ruang Angkasa
Dua Astronot yang Terjebak di Orbit Baru Bisa Dipulangkan Bulan Februari 2025
NASA menganggap masalah pada sistem pendorong Starliner terlalu berisiko untuk membawa pulang awak pertamanya sesuai rencana.
Pesawat ruang angkasa ini akan mencoba untuk kembali ke Bumi secara mandiri, meninggalkan tujuan uji coba utama untuk memiliki awak yang hadir dan memegang kendali untuk perjalanan pulang.
“Saya tahu ini bukan keputusan yang kami harapkan, tetapi kami siap untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk mendukung keputusan NASA Fokusnya tetap pertama dan terutama untuk memastikan keselamatan kru dan pesawat ruang angkasa,” kata Kepala Starliner Boeing, Mark Nappi.
Beberapa pejabat senior NASA dan perwakilan Boeing membuat keputusan tersebut dalam sebuah pertemuan pada Sabtu pagi di Houston.
Kepala operasi luar angkasa NASA Ken Bowersox menyebut, para pejabat badan antariksa itu dengan suara bulat memilih Crew Dragon untuk membawa pulang para astronot.
Sedangkan Boeing sempat memilih Starliner, yang diklaim aman. Nelson mengatakan kepada para wartawan, ia telah mendiskusikan keputusan NASA tersebut dengan CEO Boeing yang baru, Kelly Ortberg, dan yakin Boeing akan melanjutkan program Starliner.
Ia mengaku 100 persen yakin pesawat tersebut akan menerbangkan kru lain di masa depan.
“Dia menyatakan kepada saya bahwa mereka akan terus bekerja mengatasi masalah-masalah yang ada setelah Starliner kembali dengan selamat,” kata Nelson tentang Ortberg.
Boeing berjuang selama bertahun-tahun untuk mengembangkan Starliner, kapsul yang dirancang untuk bersaing dengan Crew Dragon sebagai opsi kedua AS untuk mengirim kru astronot ke dan dari orbit Bumi.
Perusahaan ini juga sedang berjuang dengan masalah kualitas pada produksi pesawat komersial, produk terpentingnya. Starliner gagal dalam uji coba peluncuran ke ISS pada 2019 tanpa awak, tetapi sebagian besar berhasil dalam upaya perbaikan pada tahun 2022 yang juga mengalami masalah pendorong.
Misi bulan Juni dengan awak pertamanya diperlukan sebelum NASA dapat mengesahkan kapsul tersebut untuk penerbangan rutin, tetapi sekarang jalur sertifikasi awak Starliner masih belum pasti.
Misi yang berlarut-larut ini telah menelan biaya 125 juta dolar AS, menurut pengajuan sekuritas.
Perusahaan ini melakukan pengujian dan simulasi di Bumi untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk meyakinkan pejabat NASA bahwa Starliner aman untuk menerbangkan para kru kembali ke Bumi.
Namun, hasil dari pengujian tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan teknis yang lebih sulit dan pada akhirnya gagal meredam kekhawatiran para pejabat NASA tentang pendorong Starliner dan kemampuannya untuk melakukan perjalanan pulang berawak, bagian yang paling menakutkan dan rumit dari misi uji coba tersebut.
“Terlalu banyak ketidakpastian dalam prediksi pendorong,” kata kepala program kru komersial NASA, Steve Stich, kepada para wartawan.
Jalan Starliner yang sekarang tidak pasti untuk menerima sertifikasi NASA yang telah lama dicari akan menambah krisis yang dihadapi oleh Ortberg.
Ortberg tengah berupaya membangun kembali reputasi Boeing setelah panel pintu secara dramatis meledak dari jet penumpang 737 MAX di udara pada bulan Januari 2024.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul NASA Sudah Putuskan Cara Pulangkan 2 Astronot yang Terjebak di Orbit, Ini Rencananya
| Opini: El Nino Godzilla, Potensi Bias Risiko dan Arah Kebijakan |
|
|---|
| Opini: SiLPA NTT 2025- Ketika Sisa Anggaran Menjadi Cermin Kegagalan Serapan |
|
|---|
| Ujian PKN SMP Kelas 9, Kunci Jawaban Soal Sumatif Hingga Soal Ujian Sekolah 2026 |
|
|---|
| Cek Jadwal Tol Laut KM Sabuk Nusantara 101 Mulai 16 April, Rute Dari Maumere hingga Kupang |
|
|---|
| Lirik Lagu Timur Judul Lu Kenal Veronika Ko? Lagu yang Viral Di Tiktok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Butch-Wilmore-dan-Suni-Williams.jpg)