Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 20 Agustus 2024, “Apakah yang akan Kami Peroleh”
Bernardus sendiri dikenal luas sebagai seorang pewarta, pembawa damai dan penegak kebenaran. Bernardus diutus ke Jerman dan Prancis
Santo Bernardus benar-benar mengikuti ajaran Yesus yang kita dengar hari ini tentang jalan panggilan untuk mengikutiNya: “Dan setiap orang yang demi namaKu meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”
Yesus memberi gambaran kepada Petrus yang telah bertanya kepadaNya: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Pertanyaan Petrus ini langsung dijawab Yesus dengan tegas untuk tidak pernah takut akan apa yang akan diperoleh ketika mengikutiNya dengan meninggalkan segala sesuatunya. Karena bagi Yesus yang paling penting adalah kesediaan untuk berkarya demi namaNya.
Proses meninggalkan segala sesuatu itu adalah bagian penting untuk bisa meninggalkan keterikatan kita baik itu secara sosial atau budaya bahkan ekonomi agar kita benar-benar memusatkan perhatian kita pada rencana dan kehendak Allah sendiri.
Dalam pengajaran Yesus ini memang terlihat seperti lebih fokus pada panggilan khusus namun sebenarnya juga berlaku untuk kita semua yakni supaya kita pertama-tama bukan untuk mendapatkan pahala yang diberikan Tuhan tetapi dimulai dari diri kita sendiri dalam mengikutiNya yakni siap meninggalkan segala sesuatu untuk mengikutiNya. Karena bagi Yesus, mengosongkan diri dari segala macam keterikatan menjadi syarat utama dalam mengikutiNya.
Konsekwensi dari mengkutiNya itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dan itu hak prerogatif Tuhan sendiri yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun juga. Namun yang paling penting itu adalah kita sudah siap untuk meninggalkan segala sesuatunya untuk mengikutiNya karena banyak dari antara kita yang masih sulit untuk meninggalkan segala sesuatu sebelum mengikutiNya bahkan kita yang sudah mengikuti Yesus pun masih saja sulit untuk meninggalkan segala sesuatunya. Kita masih tetap mendua.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama:semua kita telah menjadi murid atau pengikut Yesus atas cara yang berbeda-beda.
Kedua, namun kita masih juga belum sepenuhnya untuk meninggalkan segala sesuatunya karena kita masih juga terikat akan hal-hal duniawi.
Ketiga, maka kita butuh pertobatan untuk bisa siap meninggalkan segala sesuatunya demi kerajaanNya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)