Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Senin 19 Agustus 2024, Perintah Allah Memberitakan Injil
substansi yang sama pada setiap Injil, tetapi yang menariknya setiap Injil memiliki perbedaan di setiap tekanan yang terdapat pada pesan tersebut.
Oleh: Pdt. Frans Nahak, M.Th.
Penulis Pendeta di Jemaat Paulus Taebone, Klasis Amanuban Timur
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Kristen Senin, 19 Agustus 2024, Perintah Allah Memberitakan Injil
Matius 28:16-20
Seorang misiolog Barat, de Jong, yang sudah lama mengabdi di Indonesia, mengatakan bahwa pemberitaan Injil adalah unsur ‘inti’ gereja. Suatu gereja yang tidak melakukan pemberitaan Injil, sebenarnya tidak boleh menyebut diri lagi sebagai gereja. Gereja ada karena ada pemberitaan Injil, bukan sebaliknya. Berpartisipasi dalam pemberitaan Injil berarti berpartisipasi dalam gerakan cinta kasih Allah ke dunia ciptaan-Nya.
Pertanyaan bagaimana melaksanakan perintah itu dalam konteks kemajemukan, kemiskinan, masalah ekologi, kekerasan, dst.? Bagaimana pemberitaan Injil di Amanuban Timur dalam masalah identitas keagamaan, pendidikan, kesehatan? Bagaimana pemberitaan Injil dalam konteks budaya primordialisme dan feodalisme? Perintah itu harus dilakukan dengan menyadari akan konteks di mana gereja itu hadir dan berkarya.
Sebelum Yesus terangkat ke surga, Ia meminta kepada para murid untuk berkumpul dan memberikan pesan kepada mereka. Pesan yang disampaikan oleh Yesus jelas (tegas) terdapat pada bagian akhir Injil Matius, Markus, dan Lukas.
Penyampaian pesan tersebut jelas dalam Injil Markus 16:15-20. Pesan ini juga terdapat persis (namun beda penekanan) dalam Injil lainnya, yaitu dalam Luk. 24:46-53 dan Mat. 28:16-20. Pada dasarnya, pesan Yesus kepada para murid ini memiliki substansi yang sama pada setiap Injil, tetapi yang menariknya setiap Injil memiliki perbedaan di setiap tekanan yang terdapat pada pesan tersebut.
Tekanan pada Injil Lukas berpusat pada perintah yang bersifat ajakan untuk melakukan pertobatan agar memperoleh pengampunan dosa. Injil Matius berpusat pada perintah yang terwujud dalam pengajaran dan melakukan pembaptisan.
Sedangkan, pada Injil Markus sendiri fokusnya agar kabar gembira dinyatakan (diwartakan) kepada siapa pun yang ada di dunia. Lumintang mengatakan bahwa perintah pemberitaan Injil dalam Injil Matius 28:19-20 adalah perintah meninggalkan, melintasi batas sosial, rasial, kultural, geografis. Sebenarnya sangat jelas bahwa misi Tuhan Yesus adalah misi yang sifatnya “inklusif”, artinya terbuka untuk semua orang tanpa mengenal latar belakang apa pun.
Dalam bacaan ini, Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Ada tiga bagian penting yakni pemberian otoritas dari Yesus, mandat Yesus yang berkesinambungan, dan pemberian sebuah janji penyertaan oleh Yesus.
Pertama, pemberian otoritas dari Yesus (ayat 18). Setelah kebangkitan-Nya, Yesus memiliki otoritas atas seluruh dunia. Tidak ada wilayah, bangsa, atau budaya yang tidak berada dalam daerah kekuasaan dan otoritas-Nya.
Kedua, setelah memperoleh otoritas penuh, kemudian Yesus memberikan mandat/amanat/perintah kepada para murid-Nya. Mandat itu disampaikan dalam empat kata kerja present tense, yaitu “Pergi”, “Jadikan Murid”, “Baptislah” dan “Mengajarkan”.
Penjelasan dari empat kata kerja sebagai berikut. “Pergi” (poreuthentes) sama dengan berangkat, bepergian, berjalan, meneruskan perjalanan, berlalu, hidup, dan meninggalkan. Arti bahasa Yunani, poreuthentes dapat dimengerti sebagai go (pergi), proceed (lanjutkan), dan travel (melakukan perjalanan).
Dari tiga arti ini, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Amanat Agung harus dilakukan dalam setiap situasi, di mana saja kita berada (sementara kamu pergi), di komunitas hidup sehari-hari (melanjutkan….), dan terlibat dalam pelayanan, (melakukan perjalanan…..). Murid-murid dipanggil untuk taat sampai mati seperti Kristus sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pdt-Frans-Nahak-MTh-12345678.jpg)