Uskup Agung Ende yang Baru

Masa Kecil Mgr Paul Budi Kleden di Kampung Halamannya Disapa No Oce, Anak Tukang Kayu

Anak kelima dari tujuh bersaudara dari pasangan Petrus Sina Kleden dan Dorotea Sina Halan itu lahir pada tanggal 16 November 1965 di Waibalun

|
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr Paul Budi Kleden menghadiri peluncuran buku"Caritas Fraternitatis Maneat In Vobis" atau Peliharalah Kasih Persaudaraan, Minggu, 18 Agustus 2024 bertempat di Aula Stipar Ende. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Cerita masa kecil dari  Mgr Paul Budi Kleden yang terpilih menjadi Uskup Agung Ende ternyata semasa kecil di kampung halamannya Waibalun, Kabupaten Flores Timur disapa dengan No Oce sebagai panggilan kesayangan keluarga.

Anak kelima dari tujuh bersaudara dari pasangan Petrus Sina Kleden dan Dorotea Sina Halan itu lahir pada tanggal 16 November 1965 di Waibalun, Flores Timur.

Dikatakan RP Kons Beo SVD, Formator Pontificio Collegio San Pietro, Roma dalam buku Caritas Fraternitatis Maneat In Vobis (Peliharalah Kasih Persaudaraan) yang baru diluncurkan, Minggu, 18 Agustus 2024 atau empat hari menjelang pentahbisan Uskup Agung Ende menulis, nama Paulus Budi Kleden sengaja dipilih Petrus Sina, ayahanda Mgr Paul Budi Kleden sekadar mengikuti nama Mgr. Dr. Paulus Sani Kleden, SVD, kakak sulung Petrus Sina Kleden yang pada tahun 1961-1972 menjabat sebagai Uskup Denpasar.

Di kalangan keluarga dan orang-orang sekampung Paulus Budi Kleden di Waibalun, nama Paulus Budi lebih dikenal dan disapa dengan nama Oce.

No Oce (red: panggilan untuk anak laki-laki di Flores Timur) lahir dan dibesarkan di Waibalun dari Petrus Sina Kleden (Bapak Etu) yang adalah seorang tukang kayu dan Dorotea Sina Halan (Mama Sea).

Dalam buku itu Pater Kons Beo, SVD menulis No Oce kecil adalah anak pantai yang gemar mandi laut apalagi setiap kali pulang cari kayu bakar di gunung.

Baca juga: Mgr Paul Budi Kleden Sebut Buku Peliharalah Kasih Persaudaraan Sangat Membantunya Dalam Tugas

Bahkan, setelah jadi anak Seminari San Domingo Hokeng, saat liburan dan pulang ke Waibalaun, No Oce tak pernah lupa kebiasaanya membantu Mama Sea titi jagung dan bantu Bapak Etu urus meubel meski hanya sekedar pasang pintu dan jendela. 

Perjalanan Pelayanan 

Pater Kons Beo, SVD lebih jauh mengulas tentang perjalanan pelayanan Paulus Budi Kleden mulai dari pertama kali menjadi anggota Societas Verbi Divini (SVD) atau Serikat Sabda Allah sejak menerima ikrak kaul pertamanya pada tanggal 1 Agustus 1987 dan kaul kekal pada tanggal 29 September 1992 hingga ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 15 Mei 1993. 

Pada tahun 2001 hingga 2012, Pater Paul Budi Kleden menjadi salah satu pengajar dan formator di STFK Ledalero di Maumere.

"Banyak kesaksian tak ragukan kualitas dan kecakapan Pater Budi untuk "ada bersama frater-frater". Dari yang ngobrol santai penuh kelakar, hingga pada isi bicara yang serius. Dia punya daya ingat yang baik sehingga misalnya dia kuat hafal nama orang atau untuk ingat kisah ini dan itu," tulis Pater Kons Beo, SVD dalam buku Caritas Fraternitatis Maneat In Vobis (Peliharalah Kasih Persaudaraan).

Pada tahun 2012, No Oce kecil anak tukang kayu yang sudah menjadi seorang imam SVD meninggalkan STFK Ledalero menuju Roma karena panggilan dan tanggung jawab baru sebagai Anggota Dewan Jenderal SVD. Jabatan itu diemban Pater Paul Budi Kleden mulai dari tahun 2012-2018.

Tugas baru itu mengharuskan Pater Paulus Budi Kleden harus mengunjungi semua imam SVD di belahan dunia manapun saat kunjungan dan mendengarkan semua keluhan imam-imam SVD termasuk semua umat Katolik dan partner yang dilayani imam SVD dalam tugas perutusan.

Hingga pada Kapitel Jenderal (Sidang Umum Utama SVD) tahun 2018, para Kapitularis memilih "No Oce" sebagai Superior Jendral SVD ke-12 terhitung sejak tahun 2018 hingga 25 Mei 2024 saat Paus Fransiskus memilih "No Oce" menjadi Uskup Keuskupan Agung Ende dan menyandang gelar baru, Mgr Paulus Budi Kleden, SVD.

Baca juga: Mgr Paul Budi Kleden: "Saya Disini Sekarang, Sebagai Saudaramu, Sebagai Bapak dan Gembalamu"

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved