Berita Belu

Koramil Halilulik dan Warga Panen Kacang Hijau di Lahan Integrated Farming

Diketahui lahan seluas 12 hektare milik Korem 161 terletak di Dusun Oetfo, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Koramil 1605-06/Halilulik dibawah pimpinan Danramil, Kapten Inf. I Kadek Sukrawan bersama masyarakat melakukan panen kacang hijau di lahan integrated farming Korem 161/WS Kupang, Kamis 15 Agustus 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Koramil 1605-06/Halilulik di bawah pimpinan Danramil, Kapten Inf. I Kadek Sukrawan bersama masyarakat melakukan panen kacang hijau di lahan integrated farming Korem 161/WS Kupang, Kamis 15 Agustus 2024.

Diketahui lahan seluas 12 hektare milik Korem 161 terletak di Dusun Oetfo, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL yang dikelola oleh masyarakat dan TNI.

Selain budidaya kacang hijau, lahan percontohan tersebut ditanami juga jenis tanaman komoditi lainnya seperti tomat, sawi, lombok serta tanaman jangka panjang.

Kadek menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan mengimplementasikan program dari Pemerintah untuk mengoptimalisasikan lahan tidur.

Sehingga bisa dimanfaatkan menjadi lahan yang efektif, berguna untuk membantu kesejahteraan warga petani.

Diutarakan, kegiatan ketahanan pangan merupakan program TNI AD. Selain membantu Pemerintah dalam pengendalian inflasi, juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada menjadi berguna.

Dia juga menjelaskan, lahan ini sebelumnya merupakan lahan kosong. Berkat kegigihan masyarakat bersama TNI dalam memaksimalkan lahan ini akhirnya bisa menjadi lahan produktif. 

"Pengembangan lahan pertanian yang diterapkan korem dan dikelola oleh masyarakat bersama TNI ini bisa dijadikan motivasi bagi para petani di wilayah lain untuk bisa menerapkan di lahan pertanian mereka di daerahnya," kata Kadek, Jumat 16 Agustus 2024.

Baca juga: Lestarikan Permainan Tradisional, SDK Lafaekfera Belu Raih Juara 1 Lomba Tari Kreasi Anak

Lanjut dia, untuk kebutuhan air di lahan ini dengan memanfaatkan sumber air dari embung yang hanya berjarak sekitar 50 meter yang kemudian dipompa menggunakan solar sel tenaga surya dan kemudian ditampung dalam bak penampung air untuk selanjutnya didistribusikan ke lahan.

"Konsep pertanian terpadu seperti ini sangat bagus dan perlu dicontohkan untuk dikembangkan, dengan catatan posisi sumber airnya memungkinkan," tuturnya. (*)

Disampaikan pula, kegiatan ini bukan panen perdana, karena sebelumnya juga telah dilakukan panen tomat di lahan integrated farming korem ini. (Cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved