Pilgub NTT

Frans Aba Masih Jadi Kandidat Potensial Pilgub NTT berdasarkan Survei SRN

Nama konsultan ekonomi nasional itu masuk dalam 5 besar top of mind responden berdasarkan hasil survey Svadyaya Riset Nusantara (SRN).

Editor: Ryan Nong
Pos Kupang/ALFRED DAMA
Para bakal Calon Gubernur NTT, Frans Aba diantara Johni Asadoma dan Meli Laka Lena. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bakal calon Gubernur NTT Fransiskus Lara Aba atau Frans Aba masih menjadi salah satu kandidat potensial dalam Pilgub NTT 2024.

Nama konsultan ekonomi nasional itu masuk dalam 5 besar top of mind responden berdasarkan hasil survey Svadyaya Riset Nusantara (SRN).

Adapun Direktur Svadhyaya Riset Nusantara Gery Gugustomo dalam keterangan tertulisnya menyebut bahwa Frans Aba dipandang sebagai kandidat potensial meski tidak berasal dari partai politik. 

Sementara itu, dua nama yang menempati posisi teratas masih menjadi milik bakal Calon Gubernur dari Partai Golkar Melki Laka Lena dan bakal calon Gubernur NTT dari PDI Perjuangan Ansy Lema.

Elektabilitas kedua kandidat tersebut tidak terpaut jauh dibanding kandidat lainnya. Melki Laka Lena menjadi yang tertinggi dengan angka 27,45 persen, diikuti oleh Ansy Lema dengan angka 25,15 persen.

Hasil survei Svadhyaya Riset Nusantara tersebut juga memperlihatkan persaingan elektabilitas nama kandidat lainnya, yaitu Benny K. Harman (22,25persen), Fransiskus Xaverius Lara Aba (10,15 persen), Simon Petrus Kamlasi (7,71 persen), Julie Laiskodat (5,15 persen), dan Johni Asadoma (0,05 persen).

Sementara itu, persentase swing voters atau belum menentukan pilihan menunjukkan angka yang relatif kecil yaitu 1,90 persen, dan responden yang tidak memilih atau golput sebanyak 0,10 persen.

“Nama-nama popular, seperti Emanuel Melkiades Laka Lena dan Yohanis Fransiskus Lema di Provinsi NTT masih bertengger di daftar atas hasil top of mind para responden. Meski begitu, nama-nama baru juga mampu masuk 5 besar top of mind responden, salah satunya ialah Fransiskus Xaverius Lara Aba,” ujar Gery Gugustomo.  
 
Hasil survei tidak banyak perbedaan ketika dilakukan simulasi top of mind yang dilakukan terhadap 4 nama kandidat. Melki Laka Lena dan Ansy Lema sama-sama menempati posisi teratas meski berada pada kelompok simulasi yang berbeda. 

Melki Laka Lena mendapatkan elektabilitas sebesar 28,98persen, bersaing dengan Simon Petrus Kamlasi (25,26 persen), Johni Asadoma (16,98 persen), dan Fransiskus Xaverius Lara Aba (12,67 persen). Pada simulasi ini, swing voters berada pada angka 10,05 persen.

Kemudian pada simulasi terhadap 4 nama kandidat lainnya, Ansy Lema mendapatkan elektabilitas 27,25persen, bersaing dengan Benny K Harman (25,38 persen), Fransiskus Xaverius Lara Aba (17,25 persen), dan Julie Laiskodat (15,55 persen). Pada simulasi tersebut Swing voters berada pada angka 9,55 persen.

Sedangkan, ketika simulasi dilakukan tanpa nama Melki Laka Lena dan Ansy Lema, nama yang mencuat justru Fransiskus Xaverius Lara Aba ke posisi teratas. Tingkat elektabilitas Fransiskus Xaverius Lara Aba sebesar 36,81 persen. Disusul Emilia Julia Nomleni (28,97 persen), Orias Petrus Moedak (11,27 persen), dan Fransiscus Go (8,60 persen). Pada simulasi tersebut, swing voters mencapai angka 10,52 persen. (fan/ian)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 
     
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved