Seorang Ibu di Kupang Meninggal
Albert Solo Sempat Pukul dan Seret Mey Hingga Meninggal Dunia
Selepas rapat, Mey kembali ke rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT. Ibu dua anak ini menumpang ojek online.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Albert Solo, ASN di Sat Pol PP Pemprov NTT tega menganiaya istrinya, Josefina Maria Mey. Albert memukul dan menyeret Mey berujung kematian.
Mey sempat dirawat di IGD Rumah Sakit Leona, Kota Kupang selama dua hari. Dia sekarat saat diantar ke rumah sakit oleh tetangga dan anaknya. Kala itu ia masih mengenakan pakaian kantor.
Sabtu 10 Agustus 2024, sekira pukul 15.00 WITA, Mey baru saja kembali dari kantornya di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT. Hari itu, Mey bersama pimpinannya sempat mengikuti rapat bersama Komisi V DPRD NTT.
Selepas rapat, Mey kembali ke rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT. Ibu dua anak ini menumpang ojek online.
Tiba di halaman rumah, Mey disambut Albert yang diketahui sudah menunggu sejak tadi.
"Pas dia turun dari ojek, langsung digebuk di situ (sebuah pohon mangga didepan rumah korban). Dia terkapar di situ. Sampai lidah keluar," kata keluarga Mey, Robert Dey, Selasa 13 Agustus 2024.
Robert bersama keluarga lainnya, sejak Senin 12 Agustus 2024 sore mendapat kabar duka. Mey meninggal dunia setelah hampir 50 jam berada di ruang IGD.
Mey tidak sadarkan diri sejak dianiaya Albert. Setelah autopsi, jenazah Mey disemayamkan di rumah duka di Naimata.
Keterangan yang diperoleh dari para tetangga, Sabtu sore itu Albert menganiaya Mey secara membabi buta. Bahkan tetangga tidak berani mendekat. Albert mengancam orang-orang yang mendekat.
"Dia pukul, injak, seret. Orang-orang yang datang dia ancam, jangan dekat ini urusan saya," kata Robert mengulang cerita yang ia peroleh dari tetangga.
Cerita yang sama juga disampaikan beberapa orang yang ditemui POS-KUPANG.COM Selasa sore.
Baca juga: Sosok Albert, Orang yang Diduga Kuat Pelaku Tewasnya Maria Mey di Kupang
Warga sempat bercerita, meski suasana waktu banyak orang, mereka tidak bisa menolong Mey. Kelakuan Albert yang main hakim sendiri membuat warga sekitar merasa terancam.
Bahkan, kedua anak Albert yang datang dari sekolah dan hendak menolong Mey, ikut menjadi sasaran Albert. Dia bahkan tegas meminta kedua anaknya untuk tidak menolong Mey yang terbaring lemas.
"Mereka punya datang saja di ancam, jangan tolong dia. Biar dia mati di situ," kata warga, mengisahkan kejadian Sabtu sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Albert-Solo-saat-berada-di-ruang-jenazah-RS-Leona.jpg)