Seorang Ibu di Kupang Meninggal
Albert Solo Sempat Pukul dan Seret Mey Hingga Meninggal Dunia
Selepas rapat, Mey kembali ke rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT. Ibu dua anak ini menumpang ojek online.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Lebam yang dialami Mey, menurut warga, akibat pukulan dari Albert. Korban sempat berupaya untuk berlari melintasi tembok yang berada disisi kiri jalur masuk tempat kejadian. Usaha Mey kandas, yang membuat Albert kembali menganiayanya.
Waktu itu, Mey hanya pasrah menerima pukulan dari suami yang telah ia nikahi selama 10 tahun itu. Warga yang semakin banyak membuat Albert menghentikan tindakan brutalnya itu. Warga lalu membopong Mey ke teras rumahnya.
"Itu dia (korban) sudah napas satu-satu. Dia seperti mengorok. Kami bilang, angkat kepalanya agak tinggi supaya pernapasan agak lancar. Tapi mukanya sudah lebam, lecet di bagian kanan juga," tutur warga.
Dari teras rumah, warga membawa Mey yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit. Pertama, Mey dibawa ke rumah sakit Kartini, yang saat itu ruang IGD dalam kondisi dipenuhi pasien. Warga kemudian membawa Mey ke rumah sakit Leona.
Di rumah sakit, kedua anak mereka yang memberikan keterangan ke dokter tentang penyebab Mey sekarat, kembali diintimidasi Albert. Warga yang ikut mengantarkan Mey geram dengan perilaku Albert namun tidak bisa berbuat banyak.
"Pada saat dokter CT scan datang, dia bilang 'bapak yang didalam terbaring itu mayat'. Bahwa ibu itu dia mati di rumah sini, sebelum ke rumah sakit. Dia pukul babak belur," kata Robert Dey.
Robert bilang, pihak rumah sakit tetap melakukan pertolongan dengan harapan ada keajaiban. Pertolongan dilakukan sejak Mey masuk ke IGD hingga menjelang dinyatakan meninggal dunia.
Selama ini, kejadian yang sering dialami Mey menjadi perhatian keluarga. Beberapa kali keluarga meminta agar Mey meninggalkan Albert yang oleh Robert menyebutnya sebagai sosok "setan".
Keluarga yang saat mendapat kabar dan menuju ke rumah sakit, sempat menanyakan kejadian itu. Mulanya Albert mengelak. Lama dipaksa, Albert mengaku ia hanya sekali menampar wajah Mey.
Sering Terjadi
Robert mengaku, Mey sering dianiaya Albert. Bahkan tindakan itu sudah dialami Mey sejak keduanya masih pacaran. Ia sempat meminta Mey untuk memikirkan kembali rencana kehidupan bersama Albert.
"Penyesalan itu tidak berakhir seperti ini. Dia tidak pernah mengadu. Teman kantornya juga, sama," kata dia.
Bahkan, suatu waktu, Mey sempat meminta Robert agar menjemputnya karena dianiaya Albert. Robert bersama keluarga lainnya tiba dan hendak menjemput Mey. Korban, kala itu meminta niat itu diurungkan. Alasannya, Albert sudah meminta maaf kepadanya.
"Jangan bapak, dia (Albert) sudah minta ampun di saya. Selalu minta ampun, selalu berserah," kata Robert mengulang kembali pernyataan Mey.
Ironisnya, hingga kini Albert tidak pernah menemui keluarga besar Mey untuk menyampaikan permohonan maaf atas ulahnya itu. Robert menduga, Albert pantang mengucapkan permohonan maaf ke keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Albert-Solo-saat-berada-di-ruang-jenazah-RS-Leona.jpg)