Pilgub NTT
5 Besar Top of Mind Pilgub NTT, Survei SRN Ungkap Frans Aba Kandidat Potensial
Melki Laka Lena dan Ansy Lema menempati posisi atas dalam hasil survei Pilgub Provinsi NTT 2024 yang dirilis oleh Svadhyaya Riset Nusantara.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
“Jika melihat hasil analisis tabulasi silang, Frans Aba sebenarnya berpotensi mendapat growth popularity/electability, tetapi karena relatif belum mendapat dukungan parpol di awal, maka upaya apapun yang dilakukan tidak menjadi pertimbangan pragmatis parpol,” jelas Gery.
Terkait kemantapan responden terhadap pilihannya, sebanyak 56,45 persen responden menyatakan masih mungkin berubah. Sedangkan 40,40 persen responden sudah merasa mantap dengan pilihannya, dan 3,15persen responden enggan menjawab.
Ketika ditanya alasan terkait potensi perubahan pilihan, 35,99 persen responden mengatakan masih melihat visi dan misi dari para calon. Sedangkan 15,55 persen responden mengatakan pilihannya dapat berubah jika ada calon yang mereka nilai lebih bagus.
“Di dalam simulasi terhadap 4 kandidat, swing voters berada di angka 8-10 persen. Angka yang cukup kecil untuk mendapatkan tambahan dukungan baru dari pemilih. Meski demikian, kandidat perlu memperhatikan sebanyak 56,45persen responden masih mungkin untuk mengubah pilihannya, bergantung pada visi-misi cagub yang sosialisasikan kepada masyarakat,” jelas Gery.
Perlu diketahui, sebagian besar responden masih percaya terhadap seluruh penyelenggara pemilu. Mulai dari KPU Provinsi NTT (43,59 persen), Bawaslu Provinsi NTT (45,89 persen), DKPP (46,08 persen), dan Mahkamah Konstitusi (43,50 persen).
Meskipun demikian masih banyak pula responden memiliki tingkat kepercayaan sedang, yang artinya mereka masih ragu-ragu atau memiliki kecenderungan memiliki persepsi buruk kepada setiap instansi tersebut.
Di sisi lain, 35,56 persen responden juga percaya dengan netralitas TNI dan 34,32 persen responden percaya dengan netralitas Polri.
Situasi yang sama juga tampak dari persepsi responden terhadap netralitas TNI/Polri yang menunjukkan cukup banyak responden dengan tingkat kepercayaan sedang.
Bahkan responden yang tidak percaya dengan netralitas TNI/Polri juga cukup banyak. Sebanyak 25,14 persen responden menjawab tidak percaya dengan dengan netralitas TNI, sedangkan 26,67 persen tidak percaya dengan netralitas Polri.
Terdapat kemungkinan besar hal tersebut terhubung dengan persepsi responden terhadap praktik premanisme. Sebanyak 47,80 persen responden menjawab sangat tidak setuju dengan praktik premanisme dalam kehidupan sehari-hari, kemudian sebanyak responden sangat tidak memaklumi adanya praktik premanisme dalam proses Pilgub NTT 2024.
Adapun survei Svadhyaya Riset Nusantara dilakukan pada tanggal 18 hingga 28 Juli 2024 di 2 daerah pemilihan (Dapil) yang terdiri atas 22 kota/kabupaten secara proporsional bedasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.
Jumlah sampel survei yang dilakukan Svadhyaya sebanyak 1.046 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner.
Adapun metode survei yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak bertingkat (stratified multistage random sampling), dengan margin of error (MoE) 3.5persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95persen. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Melki - Johni Pastikan Mulai Kerja Seusai Pelantikan |
![]() |
---|
Melki-Johni Buka Ruang untuk Dikritik Selama Pimpin NTT |
![]() |
---|
Usai Ditetapkan Jadi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma: Kita Sama-sama Atasi Masalah |
![]() |
---|
Melki - Johni Ditetapkan jadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2025-2030 |
![]() |
---|
Ketua KPU NTT Harap Melki-Johni Bawa Semangat Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.