Berita Sabu Raiju
DPRD Sabu Raijua Minta Pemkab Siapkan Pasar Garam yang Baik untuk Mongehi Semesta
harga garam pun ikutan naik. Tetapi jika permintaan rendah, maka otomatis harga garam turun sehingga petani bisa merugi.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Ketua Komisi II DPRD Sabu Raijua, Yerdinas Djita mengatakan, Kualitas dan potensi garam yang dimiliki Sabu Raijua sudah tak diragukan lagi. Pemerintah seharusnya jeli melihat potensi yang ada dan digenjot dengan memberikan edukasi agar potensi ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Djita mengatakan, awalnya, tambak garam ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua dengan sistem kontrak dengan masyarakat. Artinya, setiap bulannya, pemerintah menggaji para petani garam.
Namun dalam perjalanan pengelolaannya kata Djita, dalam audit Badan Pengawas Keuangan (BPK) dinyatakan adanya temuan sehingga tidak diperbolehkan untuk mengelola lagi.
Sehingga saat ini, pemerintah menyerahkan kepada pihak ketiga yaitu masyarakat khususnya petani garam. Ada sekitar 30-an tambak garam yang dikelola oleh petani garam sendiri dengan sistem bagi hasil dengan pemerintah.
Baca juga: Pemkab Sabu Raijua Canangkan Garam Semesta, Industri Garam Skala Rumah Tangga
Untuk saat ini, lanjut Djita, pabrik garam konsumsi yang sementara berjalan dikelola oleh salah satu perusahaan milik swasta. Mengelola tambak garam menurutnya tentu membutuhkan modal.
"Semua tanpa modal tidak bisa bergerak apa-apa. Bagaimana hadirnya pemerintah untuk petani. Ini terjadi sektor pertanian, peternakan pun begitu. Kalau menurut saya, supaya bisa berkembang, tolong dilihat pasarannya. Kalau hasilnya menumpuk dengan adanya pasar maka bisa berkembang,"jelasnya pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Kata Djita, kadang kala ketika kebutuhan konsumen tinggi, harga garam pun ikutan naik. Tetapi jika permintaan rendah, maka otomatis harga garam turun sehingga petani bisa merugi.
"Selama ini Sabu Raijua membutuhkan pemodal besar. Kalau pemerintah bisa intervensi pasar dengan sendirinya bisa berkembang. Kalau tidak, bagaimana cara pemerintah intervensi agar harga garam bisa bagus?,"lanjutnya.
Ia berharap, program Mongehi (garam) Semesta ini menguntungkan masyarakat san tidak menyimpang dari aturan dan regulasi, diharapkan. Sebagai wakil rakyat, tentunya setuju dengan program ini tatkala nanti sudah dikelola pemerintah harus melihat pasar garam ini agar program tidak mubazir. Kalau masyarakat yang cari sendiri juga cukup sulit.
"Ini program pemberdayaan masyarakat kalau masyarakat responsif, kenapa tidak? Sebenarnya kita setuju tetapi bagaimana pemerintah siapkan pasar. Kalau sudah sejalan, masyarakat Sabu Raijua bisa siap, program siap, pasar siap, tenaga kerja ada,"lanjut Djita.(dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.