Berita Sabu Raijua
Festival Tak Diajukan dalam PPAS Sabu Raijua Tahun 2025
Laurens menerangkan, dalam dokumen PPAS yang diajukan untuk kegiatan festival Kelabba Maja maupun Festival Niki Maja tidak ada perencanaan anggaran.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Festival budaya sebagai ajang promosi wisata yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tidak diajukan dalam perencanaan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025.
Anggota DPRD Sabu Raijua, Laurens A Ratu Wewo mengungkapkan, pada prinsipnya Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sabu Raijua menerima rancangan rencana anggaran yang diusulkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Sabu Raijua.
Laurens menerangkan, dalam dokumen PPAS yang diajukan untuk kegiatan festival Kelabba Maja maupun Festival Niki Maja tidak ada perencanaan anggaran.
"Lantas, apakah dewan setuju atau tidak? tentu kami menyetujuinya karena festival ini dilakukan empat tahun berturut-turut, Festival kelabba Maja 1 sampai 4 dengan yang akan mau dilaksanakan tanggal 20-an Agustus ini. Dari empat kali festival ini saya kira kalau hanya upaya promosi pariwisata untuk dikenal, saya kira sudah sangat mengenali,"ungkap Laurens di ruang rapat Kantor DPRD Sabu Raijua pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Tentunya, DPRD Sabu Raijua mendorong pemerintah dalam hal ini OPD terkait agar anggaran lebih fokus pada pembenahan daerah tujuan wisata, melengkapi tempat wisata dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif, bagaimana menyiapkan fasilitas yang sekiranya mendorong dan membawa daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat wisata di Sabu Raijua.
"Memang tidak diusulkan untuk tahun depan dan memang kami sependapat dengan dinas pemerintah,"ungkap Laurens.
Plt Kepala Bagian Keuangan Daerah Sabu Raijua, Lagabus Pian mengatakan, kegiatan festival ini sebenarnya tetap dilaksanakan namun lebih banyak dibiayai donatur atau sponsor.
"Festival tetap digelar. Hanya anggaran dikurangi dan lebih banyak dibiayai oleh donatur atau sponsor,"ungkap Gab. (dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.