Senin, 11 Mei 2026

Pilgub DKI Jakarta

Terancam Ditinggalkan PKS, Anies Baswedan Angkat Bicara, Singgung Aspirasi Rakyat

Anies Baswedan kini di titik kritis. Pasalnya, tak satu partai politik pun yang mau menggabungkan diri dengan PKS untuk mengusung dirinya di PilgubDKI

Tayang:
Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
ASPIRASI RAKYAT – Anies Baswedan angkat bicara terkait  ada kecenderungan PKS meninggalkannya di Pilgub DKI Jakarta. Apalagi batas waktu deklarasi Anies-Sohibul Iman juga sudah berlalu. 

POS-KUPANG.COM – Anies Baswedan kini di titik kritis. Pasalnya, tak satu partai politik pun yang mau menggabungkan diri dengan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS untuk sama-sama mengusung pasangan Anies BaswedanSohibul Iman di Pilgub DKI Jakarta.

Bahkan momen deklarasi Anies BaswedanSohibul Iman atau Paket Jakarta AMAN yang sudah ditetapkan berlangsung pada Minggu 4 Agustus 2024, pun batal. Padahal, agenda besar itu sudah direncanakan untuk mematangkan langkah Anies menatap pesta demokrasi tahun 2024 ini.

Atas fakta itulah PKS pun kini membuka peluang untuk meninggalkan Anies Baswedan dan beralih untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang memiliki calon tunggal mendukung Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil.

Menghadapi kondisi itu, mantan Gubernur DKI ini pun angkat bicara. Ia menyinggung soal aspirasi rakyat yang harus selalu dijaga.

"Alhamdulillah, kami percaya bahwa aspirasi rakyat Jakarta akan terus dijaga. Karena semua partai mendapatkan kursi itu aspirasi dari rakyat dan aspirasi rakyat Jakarta sejauh ini kalau kita perhatikan, DPW-DPW partai di Jakarta sudah mengusulkan nama. Nah nama-nama itu adalah cerminan dari aspirasi warga," jelas Anies di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis 8 Agustus 2024.

Dia meyakini saat ini, apa menjadi aspirasi dari warga akan menjaga amanah itu dengan baik.

"Saya percaya bahwa semua yang sudah mendapatkan amanah dari rakyat Jakarta akan menjaga amanat ini dengan baik,” ucap dia.

Dia mengaku hanya fokus membawa Jakarta ke kota yang lebih maju dan mensejahterakan rakyat.

“Bagi saya sendiri ini adalah tentang Jakarta, kita ingin Jakarta lebih modern, kita ingin Jakarta lebih maju, kita ingin Jakarta menjadi kota global, dan kota yang mengayomi semua," ungkap dia.

"Kami percaya semua partai juga menginginkan agar Jakarta menjadi maju dan berkembang, kita fokusnya ke situ," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, PKS mengungkapkan bahwa Anies Baswedan telah melewati batas waktu yang diberikan untuk mencari dukungan tambahan agar dapat berlayar di Pilkada Jakarta 2024.

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan pihaknya memberikan tenggat waktu selama 40 hari yakni sejak 25 Juni 2024.

Dengan tenggat waktu tersebut, seharusnya kata Kholid cukup bagi Anies melengkapi kekurangan kursi Anies-Sohibul.

“Tenggat waktu 40 hari yakni sejak 25 Juni deklarasi pasangan Anies-Sohibul (AMAN) adalah waktu yang seharusnya cukup bagi Mas Anies untuk sama sama mengusahakan agar tiket ini berlayar,” ucap Muhammad Kholid, Kamis 8 Agustus 2024.

Kholid menekankan sebagai partai pemenang di Jakarta, DPP PKS sudah memutuskan bahwa kadernya harus ikut dalam kontestasi pilkada Jakarta baik sebagai Cagub atau Cawagub.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved