Pilgub DKI Jakarta
Tak Dapat Mitra Usung Anies Baswedan, PKS Kini Siapkan Opsi Lain
Lantaran hingga kini PKS tak mendapat mitra untuk sama-sama mengusung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta sehingga partai itu kini siapkan opsi lain.
POS-KUPANG.COM – Lantaran hingga saat ini Partai Keadilan Sejahtera atau PKS tak mendapat mitra untuk sama-sama mengusung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta, Partai Keadilan Sejahtera kini sedang menyiapkan opsi lain untuk mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Tentang opsi alternatif tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara PKS Muhammad Kholid kepada awak media, Kamis 8 Agustus 2024. Ia mengatakan, PKS sudah punya dua opsi menjelang pendaftaran cagub dan cawagub Pilkada Jakarta 2024.
Untuk diketahui, PKS telah resmi mengusung Anies Baswedan dan Sohibul Iman menjadi calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta 2024 ini. Pengusungan itu sudah dilakukan PKS sejak 25 Juni 2024.
Namun, untuk memajukan pasangan tersebut, PKS tidak bisa sendirian. Partai tersebut harus bergandengan dengan partai lain, karena PKS tak memenuhi ketentuan 22 kursi untuk mengusung pasangan Anies Baswedan - Sohibul Iman
Hingga saat ini menjelang pendaftaran cagub-cawagub dari partai politik yang diagendakan pada 27 Agustus 2024, partai yang dinahkodai Ahmad Syaikhu tersebut, tak kunjung mendapatkan dukungan dari parpol lain.
Padahal, PKS sendiri telah memberi batas waktu 40 hari untuk mendapatkan dukungan dari parpol lain untuk sama-sama mengusung Anies-Sohibul Iman.
Untuk diketahui, sebagai partai pemenang pemilu di DKI Jakarta, PKS memiliki 18 kursi. Namun untuk mengusung Anies-Sohibul Iman, PKS butuh lagi 4 kursi.
Sayangnya, meski sudah sebulan lebih, tapi sampai saat ini PKS belum juga mendapatkan dukungan dari partai politik lainnya. Olehnya, PKS pun kini membuka opsi lain agar kader internalnya tetap bisa maju untuk bertarung.
“Hingga saat ini masih ada dua opsi yang tersedia. Opsi pertama dan menjadi prioritas kami adalah memastikan pasangan AMAN berlayar. Opsi kedua, membuka opsi lain jika pasangan AMAN tidak bisa berlayar karena kekurangan kursi,” kata Khalid dalam keterangan tertulisnya, Kamis 8 Agustus 2024.
“Di kedua opsi di atas, PKS mensyaratkan agar kadernya harus ikut berlaga entah sebagai Cagub atau Cawagub. In Shaa Allah,” ujar Khalid.
Kholid menerangkan bahwa partainya telah memberi batas waktu 40 hari, namun pasangan Anies-Sohibul Iman tak kunjung dapat rekan koalisi.
“Sebenarnya, tenggat waktu 40 hari yakni sejak 25 Juni deklarasi pasangan AMAN adalah waktu yg seharusnya cukup bagi Mas Anies untuk sama sama mengusahakan agar tiket ini berlayar,” ucap Kholid.
“Namun karena batas waktu 4 Agustus tersebut sudah terlewati, maka PKS mulai membuka komunikasi dengan semua pihak agar ada kepastian bahwa kami bisa ikut berkontestasi di Pilkada,” terang Kholid.
Baca juga: Hasto Kristiyanto: Makin Terang Upaya Halang-halangi Anies Baswedan Maju Pilgub DKI Jakarta
Baca juga: Kaesang Pangarep: Saya Sudah Siap Lawan Ridwan Kamil dan Anies Baswedan
Menurut Kholid, pihaknya memberikan sinyal untuk menarik dukungan dan beralih kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk mengusung Ridwan Kamil (RK).
Alhasil, opsi ini pun sedang dirapatkan di internal partai.
| KIM Plus Solid Dukung Ridwan Kamil, AHY: Saya Sungguh Merasakan Masih Solid |
|
|---|
| Muhammad Qodari Berharap PDIP Tak Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta |
|
|---|
| Anies Baswedan Sebut Demokrasi Indonesia Kini Ada di Persimpangan |
|
|---|
| Sekjen PDIP Bicarakan Syarat Ini Jika Anies Baswedan Mau Diusung ke Pilkada Jakarta |
|
|---|
| Megawati Belum Mau Dukung Anies Baswedan: Kemarin Itu Dia di Mana? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-berpeluang-batal-maju.jpg)