Berita NTT

Rakor Pengamanan Pilkada Lintas Sektoral Kapolda NTT Tekankan Lima Hal Penting

Rakor ini dipimpin oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono dan digelar di Aula Rupatama Lantai III Mapolda NTT pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Polda NTT menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2024. 

Rakor ini dipimpin oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono dan digelar di Aula Rupatama Lantai III Mapolda NTT pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Pada kesempatan tersebut Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel T. M. Silitonga melalui Wakapolda NTT menekankan 5 hal penting yang menjadi indikator keberhasilan Pilkada tahun 2024.

Pertama, adanya partisipasi masyarakat yang tinggi dan tidak terjadi konflik di masyarakat. Jajaran di Polda NTT melakukan Mapping kerawanan konflik di awal, pelaksanaan, dan setelah Pilkada. Untuk mencegah kerawanan Kamtibmas tersebut. Jika ada masalah, lakukan pemecahan masalah dan mencari solusi dengan duduk bersama stakeholder. 

Kedua, jangan ada ego sektoral, jangan merasa paling penting dan paling berkuasa sendiri. Kesuksesan Pilkada adalah kesuksesan bersama, demi mewujudkan Pilkada yang aman, damai dan lancar. 

Ketiga, seluruh stakeholder melaksanakan analisa dan evaluasi dari pengalaman Pemilu yang Februari 2024 lalu, khususnya dalam hal mengeliminir terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Keempat, segera laksanakan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah terkait NPHD yang belum terserap 100 persen.

Kelima, laksanakan pengamanan dan Gakkum yang tidak memihak  sehingga mencegah terjadinya konflik. 

"Konflik dimulai karena adanya ketidakadilan, dan keberpihakan dari para pemangku pimpinan terutama dalam Pilkada. Jangan tebang pilih dalam penegakkan hukum, laksanakan seadil-adilnya. Laksanakan dengan mengeliminir kesalahan yang terjadi dalam Pilkada, prediksi yang seakurat mungkin, sehingga tidak ada bias dan tetap fokus terhadap segala potensi kerawanan," ujarnya.

Baca juga: Polda NTT Curhat ke Abraham Liyanto Soal Anggaran Pilkada hingga Minimnya Sarana Prasarana

Saat ini lanjutnya, perencanaan dan pelaksanaan menjelang Pilkada telah berjalan 50 persen.

“Masing-masing instansi dan stakeholder terkait Pilkada mulai sekarang membuat calm down, atau hitung mundur. Hitung mundur ini dapat menjadi alarm untuk mengingatkan kita, agar disiapkan dari jauh-jauh hari. Saat ini perencanaan yang baik, pekerjaan kita sudah berjalan 50 persen,” ungkapnya. (cr19)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved