Berita NTT
Polda NTT Curhat ke Abraham Liyanto Soal Anggaran Pilkada hingga Minimnya Sarana Prasarana
Dalam kesiapan pada tahapan pilkada, Polda NTT juga siap melaksanakan termasuk gladi dan operasi lainnya. Kepolisian juga akan melakukan simulasi
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Polda NTT menerima kunjungan kerja dari anggota DPD RI, Abraham Liyanto. Dalam kesempatan itu Polda NTT curhat dan menyampaikan sejumlah hal ke senator asal NTT ini.
Pertemuan bersama itu digelar di aula lantai 3 Mapolda NTT, Kamis 1 Agustus 2024 siang. Sejumlah pejabat utama Polda NTT hadir dalam kesempatan tersebut.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT) Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, terdapat beberapa tugas yang telah dilakukan Polda NTT sepanjang tahun 2024. Penugasan itu termasuk pengamanan pelaksanaan pemilihan umum hingga tahapan pilkada serta kegiatan lainnya.
Dalam kesiapan pada tahapan pilkada, Polda NTT juga siap melaksanakan termasuk gladi dan operasi lainnya. Kepolisian juga akan melakukan simulasi pengamanan dan penanganan pilkada.
Persoalan anggaran, menurut dia akan disesuaikan dengan personel. Ia tidak ingin pengamanan dari Polda NTT terkena dampak akibat anggaran yang terbatas.
Ia juga berharap agar Abraham Liyanto agar membantu menyuarakan peningkatan lebih banyak personel dan sarana prasarana Ditpolairud Polda NTT agar semua daerah memiliki Pos Polairud.
Di samping itu, ia juga kembali menegaskan proses rekrutmen itu terbuka dan tidak ada indikasi KKN. Proses tersebut tidak ada kaitannya dengan keberpihakan pada bagian tertentu. Sebab, tiap tahapan akan langsung ditampilkan di hadapan masing-masing peserta.
Baca juga: Anggota DPD RI Abraham Liyanto Tak Mau Lagi NTT Jadi Nusa Tertipu Terus
Dia juga mengatakan, semua proses berjalan secara transparan. Brigjen Awi mengklaim, rekrutmen itu memang dibuka bagi siapapun yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan.
Menurut dia, saat ini Polda NTT terus melakukan peningkatan kapasitas terhadap sumberdaya yang dimiliki. Ke depan, personel yang ada bisa lebih profesional. Sisi lain, minimnya kuota yang diberikan dari Mabes Polri sehingga berdampak pada melambatnya peningkatan pemberdayaan sumber daya.
Brigjen Awi mengeluh sarana prasarana yang dimiliki Polda NTT. Ia mengaku masih banyak bangunan yang dibangun sejak polda ini didirikan. Keterbatasan ini dibutuhkan pembaharuan.
"Ini bangunan lama semua. Kalau hujan bocor dimana-mana. Kita harap ada bangunan baru. Kami tidak henti-hentinya usulkan ke Mabes Polri untuk perbaikan," kata dia.
Contoh lainnya adalah dermaga Polairud yang rusak sejak badai Siklon Seroja namun hingga kini belum juga diakomodir. Untuk itu, ia meminta agar Abraham Liyanto bisa menyampaikan itu ke instansi terkait.
Selain itu, ada juga kendaraan dinas di beberapa polres seperti Malaka, masih kurang. Polres itu bahkan sangat minim kendaraan roda empat mengangkut personel. Keterbatasan juga terjadi pada level personel, yang rata-rata dibawa 50 persen.
Bahkan beberapa jabatan juga masih kekurangan diisi oleh level yang sama. Hal itu menjadi tantangan dan terus dilakukan perbaikan. Di samping, adanya dorongan agar sumber daya yang ada diberi kesempatan melakukan peningkatan pendidikan.
Telkomsel, Wajah Baru Gaya Inovatif yang Menghipnotis |
![]() |
---|
Sejarah Baru, Atlet Gymnastik Pertama dari NTT Langsung Naik Podium Juara di Jakarta |
![]() |
---|
Pengamat Undana Nilai Hakim MK Tidak Berprinsip Hapus Parlemen Threshold |
![]() |
---|
Pj Bupati Kupang Ajak Pemuda Katolik NTT Sinergi dengan Pemerintah Daerah |
![]() |
---|
Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe Minta Warga NTT Eratkan Rasa Persatuan dan Persaudaraan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.