Berita Nasional

Protes ke Jokowi, Megawati Geram Hasto Dipanggil Aparat, Bakal Temui Kapolri

Megawati Soekarnoputri geram atas dipanggilnya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh aparat penegak hukum belakangan ini.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 

Megawati bercerita ketika ayahnya, Soekarno atau Bung Karno selalu mengingatkan perjuangan mereka sebagai jembatan emas menuju Indonesia Merdeka. Ia juga memahami bahwa jembatan emas yang ingin dimaksud adalah Indonesia Raya.

“Dan apa yang dikatakan Bung Karno itu sebetulnya memang ada benarnya kalau kita melihat Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Majapahit,” ujar Megawati.

Baca juga: Hasto Terseret Kasus Dugaan Suap, Begini Fakta Sesungguhnya

Megawati juga bercerita ketika dirinya menjadi Presiden RI 2001-2024. Ketika itu dia mendapatkan buku dari salah seorang professor asal Prancis.

Dalam tulisan itu, kata dia, disebutkan kalau tulisan-tulisan di Borobudur itu menyatakan lantainya Kerajaan Majapahit dari emas.

“Jadi saya dapat membayangkan bahwa Indonesia ini memang kaya raya,” ungkap Megawati.

Singgung MPR

Ibunda Ketua DPR Puan Maharani ini juga meminta agar MPR RI dikembalikan menjadi lembaga tertinggi negara. Menurut Megawati, saat ini Pancasila dan Nasionalisme tak dijalankan secara konsekuen.

"Enggak ngerti saya, jadi maunya apa? Ayo kita rembuk," kata Megawati.

Karenanya, dia mengusulkan agar MPR dikembalikan menjadi lembaga tertinggi negara. "Makanya saya bolak-balik bilang MPR itu mbok jadikan (lembaga) tertinggi untuk rembuknya masalah kebangsaan, bukan yang cere-cere," ujar Megawati.

Namun, kata Megawati, beberapa partai politik (parpol) lain tak sependapat dengan usulannya. "Tetapi enggak ada yang mau, partai-partai enggak mau, ya sudah, yowes, ya gimana, gitu lho," ujarnya.

Dia mengaku setuju jika Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 diamandemen guna mengembalikan MPR menjadi lembaga tertinggi negara.

"Kalau ada harus amandemen, makanya saya minta waktu raker ke berapa saya minta partai coba pikir mari kembalikan MPR karena itu dibuat oleh para pendiri bangsa, MPR berbeda dengan DPR," ucap Megawati. (tribun network/fer/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved