Pilgub DKI Jakarta

Ray Rangkuti: Kalau Baba Alun Didorong Maju, Peluang Ridwan Kamil di Jakarta Makin Kecil

Wacana tentang Jusuf Hamka atau biasa disapa Baba Alun untuk maju dan bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta memantik Pengamat Politik, Ray Rangkuti.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com/ Lendy Ramadhan
MAKIN KECIL – Ray Rangkuti menyebutkan bahwa dengan didorongnya Baba Alun maju di Pilgub DKI Jakarta, itu merupakan isyarat kalau makin kecil peluang Ridwan Kamil maju di Jakarta. 

POS-KUPANG.COM – Wacana tentang Jusuf Hamka atau biasa disapa Baba Alun untuk maju dan bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta memantik Pengamat Politik, Ray Rangkuti untuk angkat bicara.

Dalam pandangannya, dia mengatakan bahwa dengan didorongnya Jusuf Hamka maju di Pilgub DKI Jakarta, maka semakin minim peluang Ridwan Kamil untuk maju di DKI Jakarta.

Dimunculkannya wacana Baba Alun itu, lanjut Ray Rangkuti sebagai  tanda bahwa Ridwan Kamil lebih memilih untuk maju di Pilgub Jawa Barat ketimbang paksa diri untuk Pilgub DKI Jakarta.

Adapun wacana mendorong Baba Alun berpasangan dengan Kaesang Pangarep disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan, rencana itu akan dilakukan apabila Kaesang bersedia maju di Jakarta.

"Pernyataan tersebut, saya kira, adalah deklarasi Golkar dan RK bahwa mereka lebih memilih Jabar sebagai lahan kompetisi pilkada dari pada Jakarta," kata Ray, Selasa 16 Juli 2024. 

Ketidakhadiran RK di Jakarta, menurutnya membuat peluang Kaesang maju di Jakarta makin terjal. 

"Akan sulit mendorong Kaesang maju tanpa figur yang mentereng mendampinginya. Secara matematik, akan kalah telak," jelasnya. 

Maka deklarasi Golkar yang tidak mendorong RK di Jakarta, menurutnya dapat disebut memupus peluang Kaesang di Jakarta. 

"Jika akhirnya Kaesang tidak maju, besar kemungkinan hanya ada 2 pasangan di Jakarta. Anies vs non Anies. Peluang KIM untuk memajukan sendiri kader mereka sangat sulit," lanjutnya. 

Rasanya kata Ray hal itu hanya buang-buang energi, dana dan waktu. Pilihan rasionalnya hanyalah bergabung dengan koalisi Anies atau koalisi non Anies. 

"Artinya, partai Koalisi Indonesia Maju bisa beda jalan di Jakarta," tegasnya. 

Sebelumnya Politisi Partai Golkar, Jusuf Hamka mengaku tidak masalah soal perbedaan usia yang jauh jika nantinya wacana dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk Pilkada Jakarta 2024 benar-benar terjadi.

Menurutnya, duet dengan Kaesang seperti semboyan Tut Wuri Handayani.

"Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan)," ujar Jusuf Hamka di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu 13 Juli 2024.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved