Pilgub DKI Jakarta

Ray Rangkuti: Kalau Baba Alun Didorong Maju, Peluang Ridwan Kamil di Jakarta Makin Kecil

Wacana tentang Jusuf Hamka atau biasa disapa Baba Alun untuk maju dan bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta memantik Pengamat Politik, Ray Rangkuti.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com/ Lendy Ramadhan
MAKIN KECIL – Ray Rangkuti menyebutkan bahwa dengan didorongnya Baba Alun maju di Pilgub DKI Jakarta, itu merupakan isyarat kalau makin kecil peluang Ridwan Kamil maju di Jakarta. 

Sebagai informasi, usia Jusuf Hamka yakni  67 tahun sementara Kaesang Pangarep yang lahir pada Desember 2024 genap berusia 30 tahun.

Soal kombinasi usia junior dan senior itu, Jusuf Hamka menyatakan tak bisa menilai. 

"Saya enggak bisa menilai, yang menilai pimpinan, saya terima saja," katanya. 

Jusuf juga menyebut dirinya harus siap apabila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto nanti memintanya untuk maju mendampingi Kaesang.

Berat Lawan Anies Baswedan

Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka jadi sorotan usai Partai Golkar mengusulkan untuk berpasangan dengan Ketum PSI Kaesang Pangarep di Pilgub Jakarta 2024.

Jusuf Hamka yang akrab disapa Babah Alun itu mengungkapkan bahwa ada usulan dari Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto jika jadi duet dengan Kaesang, maka tagline keduanya jadi KABAH.

Pengamat Politik Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Selamat Ginting menilai Partai Golkar memunculkan sosok Jusuf Hamka tak realistis.

Sebab, pesaingnya cukup berat yaitu petahana Anies Baswedan.

Baca juga: Kaesang Bakal Gigit Jari, Tak Bisa di Jakarta juga di Jawa Tengah, Benarkah?

Baca juga: Kaesang Kalah Telak Jika Didampingi Baba Alun di Pilgub DKI Jakarta

“Jadi menarik. Menurut saya, usulan Golkar tentunya bukan persoalan pragmatis. Tetapi, Golkar juga melihat kondisi bahwa Jakarta ini sulit mengalahkan Anies Baswedan,” kata Ginting kepada wartawan, Senin 15 Juli 2024.

Ginting berujar bahwa Golkar legowo, sehingga menyodorkan sosok kadernya sebagai pendamping Kaesang jika mereka serius ingin mengikuti Pilkada Jakarta 2024.

“Sehingga dia mau menurunkan posisi. Ya sudah, Golkar mau saja. Asalkan cawagubnya adalah kader Golkar, Jusuf Hamka,” ujar Ginting.

Mengingat sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju hingga saat ini, belum menentukan sosok untuk bersaing merebut kursi “Jakarta 1”.

“Jadi, ini menarik antara koalisi Indonesia Maju ini sampai sekarang persoalan kandidasinya belum selesai,” jelas Ginting.

Kemudian, untuk PAN akan mengajukan Ketua DPP PAN Zita Anjani untuk cawagub Pilkada Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved