Timor Leste
Departemen Kehakiman Yakin Timor Leste Akan Ekstradisi Arnolfo Teves ke Filipina pada Bulan Juli
“Saya pikir ‘kepuasan para hakim agung di Pengadilan Banding Timor Leste akan meneruskan mosi untuk peninjauan kembali,” katanya.
Dia diusir oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada Agustus tahun lalu karena perilaku tidak tertib dan terus absen meskipun izin perjalanannya sudah habis.
GMA News Online menghubungi kubu Teves melalui Topacio untuk memberikan komentar, tetapi belum ada tanggapan yang diterima hingga postingan ini dibuat.
“Saya merasa putus asa, saya merasa mereka sedang menggenggam sedotan saat ini dahil wala na silang pwedeng gawin. Saya pikir sudah saatnya mereka menghadapi kasus pembunuhan ganda di Filipina,” kata Clavano.
NBI, Pusat Kustodian PNP
Juru bicara DOJ mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan fasilitas yang bisa menampung Teves setelah dia kembali ke Filipina.
“Kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi… kekhawatiran utama adalah dia aman… integritas proses tetap dijaga sehingga kami tidak dapat menempatkan dia bersama dengan rekan tertuduhnya,” kata Clavano.
“Kami sedang menjajaki fasilitas NBI atau PNP Custodial Center,” imbuhnya.
Baca juga: Timor Leste Kabulkan Permintaan Filipina untuk Ekstradisi Arnolfo Teves Jr
Teves telah berada di bawah tahanan polisi Timor Leste sejak bulan Maret setelah penangkapannya berdasarkan red notice Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) yang dikeluarkan terhadapnya pada bulan Februari.
Peringatan merah (red noticce) adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap seseorang yang menunggu ekstradisi, penyerahan diri, atau tindakan hukum serupa.
Pemberitahuan tersebut berasal dari berbagai tuduhan pembunuhan yang diajukan terhadap Teves atas pembunuhan Degamo, yang berulang kali dibantahnya. — DVM, Berita Terintegrasi GMA
(gmanetwork.com)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.