Berita Sikka
Dispar Sikka Gelar Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Kepada 40 Peserta Dari Destinasi Pariwisata
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan pengelolaan sampah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi pariwisata kepada 40 orang peserta utusan dari berbagai desa wisata di Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini berlangsung di aula Sea World di Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT yang berlangsung selama tiga hari yakni Kamis 27-29 Juni 2024.
Peserta kegiatan ini berjumlah 40 Peserta yang merupakan utusan dari Desa wisata Kojadoi, Pemana, Parumaan, Gunung Sari, Wolowiro, Nenbura, Waihawa. Reroroja, Wodamude, Egon Buluk, Wairterang, Kampung Wuring.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka Ferdinand Evensius Edomeko dalam sambutannya mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari Sapta pesona. Oleh sebab itu kata Even pentingnaya berlatih bersama, bagaimana memanagemen sampah dengan baik yang akan diberikan oleh instruktur dan narasumber yang berkompeten di bidang sampah.
Even juga mengajak kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan penuh sukacita agar sekembalinya dari kegiatan tersebut para peserta dapat menjaga dan mengelola sampah di destinasi pariwisata masing masing.
Baca juga: Dispar Sikka Merekomendasikan Desa Lewomada Ikuti Festival Bale Nagi Flores Timur
Sejalan dengan itu Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sikka secara berkesinambungan melalukan pelatihan dan praktek penanganan kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah khususnya di destinasi pariwisata.
Ketua Panitia kegiatan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Pariwisata dan juga
Kepala Bidang Pengembanngan Destinasi Pariwisata Kabupaten Sikka, Ermelinda E.Wonga,SE mengatakan, tujuan dari kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengolahan sampah secara berkelanjutan di Destinasi Pariwisata.
Fokus pengelolaan sampah baru tertuju pada masalah teknis, dampak lingkungan, ekonomi dan social, namun akar permasalahan utama yaitu permasalahn paradigma dan pola pikir belum menjadi pertimbangan banyak pihak dalam mengelolah sampah.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa manfaat dari kegiatan tersebut, menumbuhkan pemahaman masyarakat akan arti pentingnya pengelolaan kebersihan lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan sesuai standart pariwisata.
Baca juga: Pemkot Dukung Bisnis Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kota Kupang
Adapun narasumber atau Instruktur dari kegiatan tersebut yakni Kadis pariwisata dan kebudaaan Sikka Ferdinand Evensius Edomeko,S,Fil, kadis Lingkungan Hidup Sikka, Akulinus, Aktivis Lingkungan dan pegiat masalah persampahan Martha Muslin, pendiri bank sampah dan pelaku pariwisata Susilowati dan Bumdes Nenbura Heribertus Moa. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.