Pilgub DKI Jakarta
Anies-Sohibul Iman Bakal Berduet di Pilgub DKI, Apa Kata Adi Prayitno?
Meski sampai saat ini Partai keadilan Sejahtera belum secara tegas memastikan dukungannya di Pilgub DKI Jakarta, tetapi kabar teranyar terus mencuat.
POS-KUPANG.COM – Meski sampai saat ini Partai keadilan Sejahtera belum secara tegas memastikan dukungannya di Pilgub DKI Jakarta, tetapi kabar teranyar kini terus bermunculam.
Kabar terbaru menyebutkan, bahwa Anies Baswedan bakal berduet dengan kader PKS, Mohamad Sohibul Iman. Kader PKS tersebut jadi bakal calon wakil gubernur untuk mendampingi Anies Baswedan.
Dengan demikian, maka nama Anies Baswedan terus bertengger di posisi teratas elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta. Karena figurnya selalu disebut-sebut sebagai sosok yang layak untuk memimpin DKI Jakarta periode lima tahun ke depan.
Saat ini sudah ada dua partai yang mengeluarkan pernyataan terbuka mendukung Anies Baswedan. Dua partai tersebut, adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Terhadap fakta tersebut, Pengamat Politik Adi Prayitno angkat bicara. Dia menyebutkan bahwa bakal terjadi aksi tarik-menarik tawaran, jika PKS serius mengusung Anies Baswedan pada momen politik kali ini.
Ada pun garansi yang ditawarkan PKS, adalah kader mereka harus jadi pendamping Anies Baswedan, dan itu tidak bisa dibantah.
“Kerumitannya adalah soal kemungkinan PDIP juga akan menyodorkan kadernya untuk bisa menjadi pendamping Anies, andai PDIP tertarik dengan Anies untuk berkoalisi,” kata Adi kepada wartawan pada Jumat 21 Juni 2024.
“Jadi dalam kontes itulah posisi soal siapa yang menjadi pendamping Anies akan menjadi tarik menarik dan rebutan ya antara PKS mungkin dan PDIP,” imbuhnya.
Menurut dia, jika koalisi itu terjadi maka parpol yang mengusung Anies akan menentukan figur pendamping yang bisa menutupi kekurangan, sekaligus menambah elektabilitasnya.
Dalam kontes itu maka PDIP relatif lebih diunggulkan, karena Anies ini dianggap memiliki irisan pemilihan yang sama dengan PKS, sehingga ada asumsi sosok dari PDIP yang dipilih adalah kelompok-kelompok nasionalis.
“Kelompok-kelompok minoritas tentu sangat mungkin akan solid ya dan menjadi bagian dari pemilih Anies dan calon dari PDIP itu nanti, itu kan asumsi awalnya, atau jangan-jangan ketika calon dari PDIP yang dipilih oleh Anies justru pemilih PDIP,” jelasnya.
“Pemilih Anies ini saling mengeras dan saling tidak cocok satu sama yang lainnya kan di situ ujian yang utama," imbuhnya.
"Karena memadukan dua kutub PDIP dan Anies itu bukan perkara gampang,” lanjutnya.
Adi memandang, hal tulah yang menjadi tantangan Anies maupun PKS jika berkoalisi dengan PDIP.
Meski demikian, di atas kertas gabungan Islam dan nasionalis Anies dengan PDIP jauh lebih diunggulkan dibandingkan dengan yang lain.
“Ukuran yang kedua tentu adalah soal logistik karena apapun Pilkada ini butuh logistik. Kira-kira calon pendamping Anies ini punya logistik yang relatif bisa memadai ataupun tidak,” tuturnya.
Baca juga: PKS Umumkan Sohibul Iman Jadi Bacagub DKI Jakarta, Begini Kata Abdul Aziz
Baca juga: Anies Baswedan Diberi 2 Opsi Bila Ingin Diusung Saat Pilgub DKI Jakarta
Dia menambahkan, variabel logistik seringkali menjadi kalkulasi siapa yang akan diputuskan untuk menjadi pendampingnya Anies Baswedan.
Karena itulah, dia menyebut ada dua hal yang perlu dipertimbangkan para parpol jika mengusung Anies Baswedan Pilkada Jakarta 2024.
“Nah jadi tergantung figur dan tergantung kekuatan logistiknya,” pungkas Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) ini. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Partai Keadilan Sejahtera
Mohamad Sohibul Iman
Partai Kebangkitan Bangsa
Pengamat Politik
Adi Prayitno
KIM Plus Solid Dukung Ridwan Kamil, AHY: Saya Sungguh Merasakan Masih Solid |
![]() |
---|
Muhammad Qodari Berharap PDIP Tak Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Anies Baswedan Sebut Demokrasi Indonesia Kini Ada di Persimpangan |
![]() |
---|
Sekjen PDIP Bicarakan Syarat Ini Jika Anies Baswedan Mau Diusung ke Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Megawati Belum Mau Dukung Anies Baswedan: Kemarin Itu Dia di Mana? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.