Berita Nasional
Peretas Serang Pusat Data Nasional, Pelaku Minta Tebusan Rp 131 miliar
Kepala BSSN, Hinsa Siburian menyampaikan permintaan maaf terkait ganguan di Pusat Data Nasional ( PDN ) yang terjadi sejak 20 Juni lalu.
“Jadi belum bisa dijabarkan lebih detail lagi,” jelas Semuel.
Samuel menambahkan, layanan imigrasi yang terdampak oleh serangan siber ransomware ke Pusat Data Nasional (PDN) Sementara sudah kembali pulih.
“Imigrasi berhasil melakukan relokasi dan menyalakan layanannya, LKPP SIKaP sudah on, terus Marves punya layanan perizinan event juga sudah on, Kota Kediri juga sudah on, yang lainnya lagi dalam proses. Jadi kita memigrasi data-datanya,” kata Semuel.
“Ini prosesnya bagaimana, kecepatannya adalah harusnya bisa dipercepat apabila ada koordinasi antara tenant dengan penyedia layanan cloud-nya,” sambung dia.
Dia menyebut, sebanyak 210 instansi yang terdampak oleh serangan ransomware ini. Namun, imigrasi menjadi institusi yang paling terdampak.
Sementara proses pemulihan data instansi lain yang terdampak masih terus berproses.
“Kerugian yang bisa terlihat layanan publik terganggu. Ada 210 perinciannya banyak sekali. Yang paling terdampak layanan imigrasi langsung pada masyarakat, PUPR kena juga sedang proses migrasi juga,” pungkasnya. (tribun network/yuda)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.