Timor Leste
Timor Leste Tegaskan Kembali Komitmen Hapus Pekerja Anak
Adapun penyelenggaraan itu didukung penuh ILO (international labour organisation), organisasi buruh internasional di bawah payung PBB.
Richard Handson, perwakilan ILO di Timor Leste, mengatakan bahwa WDACL tahun ini juga menandai peringatan 25 tahun diadopsinya Konvensi ILO No. 182 tentang Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak, yang pada tahun 2020 merupakan Konvensi ILO yang pertama.
Konvensi untuk diratifikasi secara universal. Ia juga mengucapkan selamat kepada Timor Leste yang telah meratifikasi Konvensi ILO No. 182 pada tahun 2009 dan enam tahun kemudian telah membentuk CNCTI.
“Kita perlu meningkatkan pendekatan terpadu untuk mewujudkan seluruh prinsip dasar hak-hak anak yang ada untuk menghilangkan keterlibatan anak dalam pekerjaan berbahaya, khususnya bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Kita juga perlu memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pendidikan sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimalnya,” ujarnya.
Studi gabungan yang dilakukan oleh Pemerintah Timor-Leste dan ILO pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa sekitar 67.000 anak berusia 5 hingga 17 tahun aktif secara ekonomi, 52.000 di antaranya adalah pekerja anak dan 29.000 terlibat dalam pekerjaan berbahaya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Perayaan-Hari-Menentang-Pekerja-Anak-Sedunia-WDACL-2024-di-Aileu-Timor-Leste.jpg)