Tokoh NTT
Profil Tokoh NTT, Sosok Herman Wutun Praktisi Koperasi dari Dirut Puskud Sampai Duduk di Senayan
Sebelum menjabat tokoh puncak/Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD) menggantikan Nurdin Halid beberapa jabatan pernah diembannya
Meraih posisi teratas dalam Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) diakui Herman Wutun merupakan rekayasa Ilahi. Lewat Inkud ia bertekad menjadi garam dan terang.
Herman Wutun mempunyai tugas berat memimpin Induk Koperasi Unit Desa (Inkud).
Dipercaya menjadi Ketua Umum Induk KUD (Inkud) tentu memikul beban cukup berat karena Herman Wutun dipilih secara aklamasi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 30 September 2005 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat di saat kepercayaan terhadap Inkud menipis.
Pemilihan ini berlangsung lancar setelah sempat Herman Wutun menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Inkud menyusul Ketua Umum Inkud sebelumnya, H. Nurdin Halid, diterpa masalah hukum.
Nah, pria asal Desa Uruor, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, ini dituntut untuk membangun kembali image Inkud yang terlanjur menurun.
Hal ini beralasan karena sebelumnya, keadaan Inkud memprihatinkan. Misalnya, roda bisnis yang nyaris tak bergerak lagi. Juga kepercayaan anggota dan mitra bisnis yang terus menipis saat itu.
Nah, semua itu harus dikembalikan Herman Wutun selama masa kepemimpinannya, 2005-2008.
Baca juga: Profil Tokoh NTT , Ignas Kleden Sang Penulis dari Flores
“Saya tidak mau melihat Inkud hancur. Lagi pula, bagaimanapun Inkud merupakan salah satu koperasi terbesar di negeri ini. Kalau sampai bangkrut, bisa ikut mencoreng citra koperasi Indonesia secara keseluruhan,” kata Herman Wutun memberi alasan.
Bagi pria yang telah malang melintang di dunia koperasi ini, kepercayaan yang diberikan para anggota untuk menahkodai Inkud merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Selaku ketua umum saya harus bertanggung jawab atas tugas yang dipercayakan kepada saya dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan program Inkud yang telah dan akan disusun untuk kepentingan peningkatan derajat kesejahteraan anggota,” ujar Herman Wutun yang keseharian menghabiskan kerjanya di Kantornya, Graha Inkud, Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.