Minggu, 3 Mei 2026

Pilgub DKI Jakarta

Anies Didorong Lagi Jadi Gubernur, PSI Singgung Catatan Sejarah Tak Ada yang 2 Periode

Elektabilitas Anies Baswedan terus menanjak menempati posisi teratas dalam dinamika Pilgub DKI Jakarta yang kini terus menggelinding.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
DIDORONG LAGI – Anies Baswedan kini didorong lagi untuk maju di Pilgub DKI Jakarta. Namun Partai Solidaritas Indonesia menyinggung bahwa tak ada figur yang dipilih dua periode. 

POS-KUPANG.COM – Elektabilitas Anies Baswedan terus menanjak menempati posisi teratas dalam dinamika Pilgub DKI Jakarta yang kini terus menggelinding. Bahkan capres dalam Pilpres 2024 itu dinilai berpeluang besar mengemban jabatan itu untuk kedua kalinya.

Atas fakta tersebut, politisi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI malah menyinggung catatan sejarah yang memperlihatkan bahwa tak ada figur yang bisa dua periode memimpin DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI Justin Adrian Untayana. Ia bahkan enggan menjawab ketika disinggung Anies Baswedan berpeluang lagi untuk mengemban tugas tersebut.

Justin malah mengingatkan bahwa sejauh ini belum pernah ada Gubernur Jakarta yang terpilih sampai dua periode melalui pemilihan umum (Pemilu).

Sebagai contoh Gubernur incumbent Fauzi Bowo yang bertarung melawan Jokowi saat Pilkada Jakarta 2012 dan Gubernur incumbent Basuki Tjahaja Purnama melawan Anies 2017 harus menerima kekalahan.

Beda halnya dengan Gubernur Sutiyoso bisa dua menjabat periode pada 1997-2002 dan 2002-2007, karena pemilihannya lewat partai politik di DPRD DKI Jakarta.

"Kalau dibilang (Anies) potensial atau tidak mungkin saya tidak berani menilai, tapi kalau kita melihat dari perjalanan sejarah sepertinya tidak ada Gubernur yang terpilih dua kali dari pemilihan umum yang dipilih langsung oleh rakyat," kata Justin di DPW PSI DKI Jakarta pada Rabu 29 Mei 2024.

Walau kerap mengkritik kebijakan Anies, namun kata Justin, PSI DKI Jakarta tetap bersikap terbuka jika Anies ingin mendaftar Bacagub Jakarta lewat partainya.

Hanya saja persetujuan untuk menjadi Bacagub Jakarta merupakan ranah dari DPP PSI.

"Tentunya semua kami membuka pintu tapi kalau untuk diputuskan bagaimananya kan itu hal yang lain. Tapi kalau misalnya diterima atau tidak (Anies), ya kami terima, tapi belum tentu kami usung," jelas Justin.

Menurut Justin, PSI juga memiliki kader potensial untuk menjadi Bacagub Jakarta pada November 2024.

Sebagai contoh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, dalam ajang Pileg 2024 lalu dia bisa meraup suara yang sangat banyak hingga 193.556 suara di Dapil III, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

"Bisa (Grace) dia suaranya besar ya, dia mungkin kalau di Jakarta sosok perempuan yang cerdas dengan suara yang sangat besar, dibuktikan dengan dua kali pemilu, suara enggak bisa dipandang remeh di atas 150.000 suara," tutur Justin.

Meski demikian, Justin tak bisa memastikan apakah Grace bakal diusung menjadi Bacagub/Bacawagub Jakarta atau tidak. Dia membeberkan, pada bulan Juni 2024 nanti, akan ada kader internal yang mendaftar untuk Bacagub Jakarta.

"Tentunya banyak dari internal tapi kami akan kerucutkan itu menjadi yang terbaik untuk dibicarakan dengan semua pendaftar yang ada, dan partai pengusung juga. Kami punya beberapa calon potensial, cuma saya tidak ingin mendahului DPP karena ini tokoh DPP juga," pungkas Justin.

Pernah Tangani Konflik Etnis

Di sisi lain, DPW PSI DKI Jakarta telah membuka penjaringan untuk posisi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sejalan dengan visi dan misi PSI.

Dari proses penjaringan itu, baru ada satu orang yang berkasnya lengkap dan memenuhi syarat, yakni Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili.

Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI, Justin Adrian Untayana mengatakan, anti korupsi dan anti intoleransi merupakan syarat utama jika ingin diusung oleh PSI sebagai kepala daerah.

Baca juga: Mantan KASAD Cocok Jadi Gubernur DKI Jakarta. Noel: Dudung Figur Berpengalaman

Justin menilai bahwa Sajili juga memiliki pengalaman dalam penanganan konflik etnis, bencana alam dan sebagainya.

"Bapak Sajili ini ada pengalaman penanganan konflik etnis juga, kita membutuhkan pemimpin yang menjujung tinggi plurarisme, selain itu juga transparansi anggaran dan pembangunan dengan efisiensi anggaran itu sendiri," kata Justin pada Rabu 29 Mei 2024.

Lalu, Justin menyoroti pengelolaan anggaran di Jakarta oleh gubernur definitif sebelumnya.

PSI menemukan anggaran yang tidak efisiensi, sebagai contoh alokasi pengadaan lem aibon senilai Rp 80 miliar, namun belakangan angkanya diralat oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Itu baru satu dari 26.000 pos belanja DKI Jakarta per tahun, bagaimana yang lain? Saya kira kita butuh tokoh yang progresif dan saya kira sebagai putra Betawi, Bapak Sajili terpanggil karena DKI Jakarta sebenarnya punya anggaran besar sekitar Rp 80-an triliun per tahun, untuk lima tahun terakhir berarti sekitar Rp 400-an triliun" jelas Justin.

Menurut Justin, sebetulnya ada beberapa orang lagi yang mendaftar sebagai Bacagub Jakarta via PSI.

Namun, persyaratan dokumen yang paling lengkap, hanya disodorkan oleh Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili.

"Ya ini masih tahap awal, kami masih membuka Desk Pilkada DKI Jakarta sampai akhir Juli, jadi kami masih buka kesempatan untuk mendaftar lain juga," ujar Justin.

"Semua kami kaji mendalam, tidak menutup kemungkinan seperti legislatif, kami ada pemanggilan dan presentasi mendalam dengan pihak ketiga juga. Nanti kami putuskan setelah Juli dari semua pendaftar," terang anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Demi memperkuat pencalonan, kata Justin, PSI akan membuka diri untuk berkoalisi.

Justin menyadari, PSI tidak memenuhi syarat formal untuk pencalonan kepala daerah sendiri, yakni 22 kursi di DPRD, karena PSI hanya memperoleh delapan kursi saja.

"Setelah ini akan mengunjungi teman-teman dari partai lain juga karena dibutuhkan 22 kursi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta jadi nanti akan kami komunikasi dengan partai lain sekiranya bisa sejalan," tuturnya.

Diketahui, Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili mengembalikan formulir atau borang pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta.

Formulir dikembalikan oleh pensiunan TNI Angkatan Udara ini kepada Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI, Justin Adrian Untayana di DPW PSI DKI Jakarta, Jalan K.H Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu 29 Mei 2024.

Kepada wartawan, Sajili berkeinginan menjadikan kota Jakarta yang maju dan aman melalui kebijakan yang adil dan tegas.

Sajili percaya bahwa disiplin dan kepemimpinan yang dibawanya dari dunia militer dapat diterapkan untuk mengelola kota ini dengan lebih efektif.

"Prioritas saya membangun infrastruktur jajaran secara transparan, mampu memberikan yang terbaik juga memberi fasilitas atau meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang merata," ujar Sajili pada Rabu 29 Mei 2024.

Dari berbagai partai yang ada di DPRD DKI Jakarta, Sajili lebih memilih PSI.

Alasannya karena partai yang secara nasional dipimpin putra bungsu Presiden RI Jokowi, Kaesang Pangarep itu dianggap memiliki tujuan yang sama dengan dirinya.

"PSI punya progresif visi-misi yang sama yaitu anti korupsi dan anti intoleransi," kata Sajili.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta mengumumkan pembukaan Desk Pilkada.

Inisiatif ini bertujuan untuk menjaring kandidat-kandidat potensial untuk posisi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sejalan dengan visi dan misi PSI.

Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI, Justin Adrian Untayana menyampaikan, pihaknya mencari kandidat yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai anti korupsi dan anti intoleransi yang menjadi dasar perjuangan PSI.

Selain itu, calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PSI harus memiliki program-program yang konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan utama di Jakarta, seperti banjir, kemacetan, ketimpangan sosial, polusi udara, dan peningkatan kualitas pendidikan.

"Kami mencari pemimpin yang tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga nyali untuk mengeksekusi program-program tersebut. Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang berani dan tegas dalam mengambil tindakan demi kebaikan bersama," kata Justin dari keterangannya yang dikutip pada Rabu 15 Mei 2024.

Justin mengatakan, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan https://s.id/Pilkada-2024Psi.

Para kandidat yang tertarik dan memenuhi kriteria dapat mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di situs tersebut.

PSI Jakarta mengajak seluruh tokoh masyarakat yang memiliki integritas dan dedikasi untuk memajukan Jakarta agar turut serta dalam proses seleksi ini.

PSI percaya bahwa dengan pemimpin yang tepat, Jakarta bisa menjadi kota yang lebih baik dan lebih maju.

“Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:Desk Pilkada PSI Jakarta dengan nomor ponsel 081291677888,” pungkasnya.

 

 
PSI: Achmad Sajili Putra Betawi AsliSeperti diberitakan sebelumnya, Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili mengembalikan formulir atau borang pendaftaran sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta.

Pensiunan TNI Angkatan Udara itu mengembalikan formulir kepada Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI Justin Adrian Untayana di DPW PSI DKI Jakarta, Jalan K.H Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu 29 Mei 2024.

Justin mengatakan bahwa DPW PSI Jakarta berkomitmen untuk mendukung setiap calon yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan nilai-nilai PSI, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada rakyat.

Justin mengungkapkan, apresiasinya terhadap riwayat karier Achmad Sajili yang luar biasa sebagai Marsekal Muda TNI dengan berbagai tanda jasa dan pengalaman dalam penugasan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Pak Achmad Sajili, yang merupakan putra Betawi asli, memiliki pengalaman yang luas dalam operasi kemanusiaan dan pengamanan nasional, menunjukkan dedikasinya yang luar biasa kepada negara dan masyarakat," kata Justin saat ditemui di DPW PSI pada Rabu 29 Mei 2024. 

Menurut Justin, Sajili memiliki visi menciptakan kota yang aman, tertib, dan maju, dengan fokus pada peningkatan layanan publik, pendidikan, dan kesehatan di Jakarta.

Justin menerangkan bahwa PSI menyambut baik pengembalian formulir pendaftaran Achmad Sajili dan siap memberikan dukungan penuh untuk calon-calon yang memiliki komitmen kuat terhadap perubahan positif dan progresif bagi Jakarta.

"Desk Pilkada Jakarta siap mendukung calon-calon yang memiliki komitmen kuat terhadap perubahan positif dan progresif bagi Jakarta," terang Justin.

Sebagai bagian dari strategi, lanjut Justin, Desk Pilkada Jakarta bertujuan untuk menjaring pemimpin yang memiliki karakteristik dan kemampuan seperti Presiden Joko Widodo.

Adapun Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, transparan, dan efektif dalam mengelola pemerintahan.

"Kami ingin mencari sosok 'Jokowi baru' untuk Gubernur Jakarta," ucap anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Sajili mengungkapkan harapannya untuk dapat bekerja sama dengan PSI dalam membangun Jakarta yang lebih baik.

Baca juga: Pekan Depan PKB Temui Anies Baswedan, Ahmad: Agendanya Pilgub DKI Jakarta

Dukungan dan kolaborasi dari PSI sangat penting bagi Achmad Sajili untuk mewujudkan visi ini dan membawa perubahan positif bagi warga Jakarta.

PSI dan Achmad Sajili berkomitmen untuk bersama-sama menghadapi tantangan dan peluang yang ada di depan, dengan tujuan menjadikan Jakarta kota yang lebih baik bagi semua warganya.

Sajili percaya bahwa disiplin dan kepemimpinan yang dibawanya dari dunia militer dapat diterapkan untuk mengelola kota ini dengan lebih efektif.

"Beberapa isu utama yang ingin difokuskan adalah perbaikan infrastruktur transportasi, peningkatan fasilitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang merata. Kami juga berkomitmen untuk memperkuat keamanan dan ketertiban umum melalui kebijakan yang adil dan tegas," papar Sajili. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved