Berita Sumba Timur

Baksos Kemensos RI, 200 Warga di Sumba Timur Operasi Katarak Gratis

Selain mendapatkan operasi katarak gratis, pasien juga mendapatkan bantuan beras dan bingkisan dari Kementerian Sosial.

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini memantau pelaksanaan bhakti sosial Operasi Katarak bagi 200 warga di RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, Sumba Timur, Minggu 19 Mei 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kementerian Sosial melaksanakan pelayanan Bakti Sosial atau baksos berupa Operasi Katarak secara gratis selama dua hari bagi 200 orang pasien di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Pelaksanaan Operasi Katarak secara gratis merupakam kerjasama antara Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia didukung Yayasan Himpunan Bersatu Teguh, dan Pemkab Sumba Timur.

Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 19 Mei 2024, Menteri Sosial RI Tri Rismaharini mengatakan pelayanan Operasi Katarak untuk membantu pasien sembuh dan menjadi lebih produktif untuk kelangsungan hidupnya.

"Operasi Katarak harus segera dilakulan, sebab  jika penderita terlambat mendapat operasi katarak dan mata mereka buta, maka berdampak pada produktivitas, karena keluarga atau orang muda harus merawat orang tua, tetap kalau mereka tidak buta dan bisa melihat, maka penderita bisa mandiri dan tidak perlu bantuan dari orang lain dalam beraktivitas," ungkap Mensos Risma.

Terkait pelaksanaan Operasi Katarak akan berlansung selama dua hari Minggu dan Senin 19- 20 Mei 2024, dengan melibatkan lima orang dokter spesialis dari Yayasan Himpunan Bersatu Teguh dibawah pimpinan dokter Andreas Sofiandi, Sp.M, dan dibantu dokter spesialis mata dan perawat dari RSUD Umbu Rara Meha.

Ketua Yayasan Himpunan Bersatu Teguh dokter Andreas Sofiandi, Sp.M menjelaskan bahwa operasi mata yang dilakukan timnya akan berlansung cepat dengan perlatan canggih, cukup dengan menyedot saja, dan berlangsung sekitar 10 menit per operasi.

Baca juga: Kunker ke Sumba Timur, Mensos Risma Janji Bantu Akses Air Bersih

Andreas menambahkan jumlah katarak di suatu daerah tinggi karena bisa jadi di daerah tersebut sangat jarang dilakukan operasi katarak, juga karena ketidak tahuan warga bahwa matanya bisa diperbaiki dengan operasi, selain itu persoalan biaya menjadi faktor lain yang juga banyak membuat warga tidak mau dioperasi.

Selain mendapatkan operasi katarak gratis, pasien juga mendapatkan bantuan beras dan bingkisan dari Kementerian Sosial. (zee)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved