Berita Timor Tengah Utara
Pedagang Ungkap Penyebab Barang Mahal di Perbatasan RI-RDTL
Menurutnya, harga telur ayam fluktuatif. Kadang harga telur meningkat terkadang juga merosot. Namun, saat ini harga telur sedang meningkat.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pedagang di pasar perbatasan RI-RDTL, Pasar Haumeni Ana bernama Berto mengungkap penyebab harga sembako dan barang-barang di perbatasan RI-RDTL meningkat signifikan. Harga tersebut meningkat sejak bahan sembako dan barang-barang lainnya dibeli dari distributor.
Menurutnya, harga telur ayam fluktuatif. Kadang harga telur meningkat terkadang juga merosot. Namun, saat ini harga telur sedang meningkat.
Harga telur yang biasanya dibeli dari distributor seharga Rp. 325.000 per ikat, saat ini meningkat menjadi Rp. 360.000 per ikat. Satu ikat telur ayam sebanyak 6 rak telur ayam.
Berto menambahkan, selain itu harga gula pasir juga meningkat. Saat ini gula pasir dijual dengan harga Rp. 19.000 atau Rp. 20.000.
Selain itu, harga kopi tugu buaya juga meningkat drastis. Biasanya 1 renteng kopi tugu buaya dijual seharga Rp. 24.000. Namun, saat ini dijual dengan harga Rp. 30.000 per renteng.
Berto mengakui bahwa, harga kopi yang dibeli dari distributor juga meningkat. Satu karton kopi tugu buaya yang sebelumnya berkisar Rp. 1.300.000 lebih, kini seharga Rp. 1.600.000 lebih.
Ia mengakui, pasca peningkatan harga barang ini, pembeli terlihat sepi. Karena kenaikan harga barang ini berdampak pada jumlah pengeluaran masyarakat.
"Masyarakat bawa uang sekian tapi harga di pasaran naik maka terpaksa dia pulang dan tidak belanja apa-apa," ujarnya.
Sebelumnya, warga di wilayah perbatasan RI-RDTL, Distrik Oecusse mengeluhkan harga barang yang meningkat signifikan beberapa waktu terakhir. Keluhan warga ini disampaikan saat berbelanja di Pasar Perbatasan Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Sabtu, 11 Mei 2024.
Kepada POS-KUPANG.COM, seorang pembeli di pasar perbatasan bernama, Veronika Oba Asuat mengatakan, dirinya selalu membelanjakan keperluan rumah tangga di pasar perbatasan ini. Selain harga beras, harga telur ayam beberapa waktu terakhir meningkat signifikan.
Baca juga: Warga Perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse Keluhkan Kenaikan Harga Barang
Sebelumnya harga 1 rak telur ayam Rp. 55.000. Namun, akhir-akhir ini harga telur ayam meningkat menjadi Rp. 65.000.
Kenaikan harga barang ini mendorong masyarakat untuk mencari alternatif lain mencukupi kebutuhan sehari-hari yakni dengan membeli sayur-sayuran yang mana relatif murah.
"Biar kami beli sayur saja," ujarnya.
Veronika berharap, kondisi kenaikan harga telur ayam ini menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, masyarakat sangat kesulitan menjangkau harga barang yang meningkat terus dari waktu ke waktu.
| Pelaku Lempar Simon Hingga Meninggal di Desa Fatumtasa-TTU karena Hendak Bacok Ayahnya |
|
|---|
| Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Letmafo TTU |
|
|---|
| Terjerat Kasus Korupsi, Mantan Bendahara Desa Nonotbatan TTU Divonis 1,10 Tahun Penjara |
|
|---|
| Hari Juang TNI AD, Kodim 1618/TTU Gelar Aksi Donor Darah |
|
|---|
| Pimpin Upacara Hari Juang TNI AD, Dandim 1618/TTU Titip Pesan Penting kepada Prajurit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pedagang-saat-menjual-barang-dagangannya-di-Pasar-Perbatasan-RI-RDTL-Haumeni-Ana-Sabtu-11-Mei-2024.jpg)