Berita Timor Tengah Utara
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Letmafo TTU
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin Ketua Tim, Yulianti Kristiani Banhae, S.Kep, Ns., M.Kes
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Sebagai perwujudan dari salah satu yang diamanatkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian masyarakat, para Dosen Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang menyambangi Desa Letmafo, Kabupaten TTU.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin Ketua Tim, Yulianti Kristiani Banhae, S.Kep, Ns., M.Kes dan anggota yakni Maria Agustina Making, S.Kep, Ns., M.Kep pada 28 Desember 2024.
Adapun tema dari kegiatan ini yakni ’’Optimalisasi Perkembangan Anak dengan Stimulasi melalui Pendekatan Keluarga Di Desa Letmafo Wilayah Kerja Puskesmas Maubesi Kabupaten TTU‘’.
Melansir rilis yang dikirim Ketua Tim, Yulianti Kristiani Banhae kepada POS-KUPANG.COM Senin 30 Desember 2024 disebutkan, sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini kepada para orang tua.
Para dosen melakukan sosialisasi untuk menambah pengetahuan, ketrampilan para orang tua serta memotivasi orang tua dalam meningkatkan perkembangan anak sehingga anak mencapai perkembangan yang optimal sesuai usia anak.
"Sasaran kegiatan ini adalah orang tua balita usia 1-5 tahun. Tim fokus di Desa Letmafo Wilayah Kerja Puskesmas Maubesi Kabupaten TTU," jelasnya.
Dikatakan Yulianti Kristiani Banhae, ruang lingkup kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan melatih orang tua balita usia 1-5 tahun tentang cara melakukan stimulasi untuk meningkatkan perkembangan anak menggunakan buku KIA.
Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan keluarga.

Menurutnya, manfaat dari kegiatan ini bagi orang tua adalah sebagai sumber informasi untuk meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan dalam melakukan stimulasi kepada balita untuk mengoptimalkan perkembangan anak.
Seperti diketahui, peran keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan perkembangan seorang anak.
Hal ini disebabkan karena orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak, sehingga perlu dibekali dengan berbagi informasi tentang cara meningkatkan perkembangan anak stunting yaitu dengan stimulasi perkembangan anak.
Dijelaskannya, pemberian stimulasi yang tepat kepada anak sesuai usianya akan merangsang atau membentuk sinaps pada otak anak sehingga akan meningkatkan empat kemampuan perkembangan anak yaitu gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa dan sosialisasi dan kemandirian (Soetjinigsih, 2013).
Ditambahkannya, pemberian stimulasi atau rangsangan pada anak akan mempengaruhi terbentuknya sinaps pada sel-sel otak sehingga terbentuklah simpuls syaraf (gangliosida) dengan asam sialat (sialic acid) yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori anak (Fida & Maya, 2012).
"Pentingnya pendampingan keluarga tentang stimulasi perkembangan anak adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memaksimalkan perkembangan anak stunting," tandas Yulianti.
Orang tua merupakan orang yang sangat dekat dengan anak sehingga sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak, sehingga orang tua perlu didampingi dan diberikan edukasi tentang berbagai upaya dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.