Senin, 13 April 2026

Berita Timor Tengah Utara

Warga Perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse Keluhkan Kenaikan Harga Barang

Sebelumnya harga 1 rak telur ayam Rp. 55.000. Namun, akhir-akhir ini harga telur ayam meningkat menjadi Rp. 65.000.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Pedagang saat menjual barang dagangannya di Pasar Perbatasan RI-RDTL Haumeni Ana, Sabtu, 11 Mei 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga di wilayah perbatasan RI-RDTL, Distrik Oecusse mengeluhkan harga barang yang meningkat signifikan beberapa waktu terakhir. Keluhan warga ini disampaikan saat berbelanja di Pasar Perbatasan Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Sabtu, 11 Mei 2024.

Kepada POS-KUPANG.COM, seorang pembeli di pasar perbatasan bernama, Veronika Oba Asuat mengatakan, dirinya selalu membelanjakan keperluan rumah tangga di pasar perbatasan ini. Selain harga beras, harga telur ayam beberapa waktu terakhir meningkat signifikan.

Sebelumnya harga 1 rak telur ayam Rp. 55.000. Namun, akhir-akhir ini harga telur ayam meningkat menjadi Rp. 65.000.

Kenaikan harga barang ini mendorong masyarakat untuk mencari alternatif lain mencukupi kebutuhan sehari-hari yakni dengan membeli sayur-sayuran yang mana relatif murah.

"Biar kami beli sayur saja," ujarnya.

Veronika berharap, kondisi kenaikan harga telur ayam ini menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, masyarakat sangat kesulitan menjangkau harga barang yang meningkat terus dari waktu ke waktu.

Sementara itu, warga Desa Oeolo yang juga pembeli di pasar tersebut bernama Manda Besa mengatakan, harga kopi yang sebelumnya Rp. 117.000 per bal/dus. Namun, saat ini harga kopi meningkat menjadi Rp. 145.000 per bal/dus.

Baca juga: Jaksa Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi Pengelolaan Anggaran BPBD Kabupaten Timor Tengah Utara

Sementara itu harga gula yang sebelumnya Rp. 15.000 per kilogram, saat ini meningkat menjadi Rp. 20.000 per kilogram.

Menurut Manda, kenaikan harga barang ini sangat mengejutkan mereka. Pasalnya, sejauh ini harga BBM terpantau belum mengalami kenaikan namun, harga barang berangsur naik.

Semestinya, kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga barang. Namun, kali ini tidak terjadi sebagaimana mestinya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved