Jumat, 24 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 2 Mei 2024, "Tinggal di Dalam Kasih Bapa"

Mengasihi Yesus berarti melaksanakan perintah dan kehendakNya. Yesus sendiri telah melaksanakan perintah dan kehendak Bapa selama berada di dunia ini

Editor: Eflin Rote
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

Kamis, 02 Mei 2024
Hari Pendidikan Nasional

Lectio:
Kisah Rasul 15: 7-21
Mazmur 96: 1-2a.2b-3.10
Yohanes 15: 9-11

TINGGALLAH di dalam kasihKu. Yesus meminta para muridNya untuk tinggal di dalam kasihNya. Perintah ini tidak lain adalah perintah untuk mengasihi Yesus. Sama seperti Bapa telah mengasih Yesus, demikianlah Yesus mengasihi murid-muridNya. Para murid diundang untuk masuk dalam kesatuan yang terbangun antara Bapa dan Anak. Yesus undang para murid untuk mengalami kasih Bapa.

Bagaimana caranya? Caranya ialah dengan tinggal di dalam kasih Yesus sendiri. Mengasihi Yesus berarti melaksanakan perintah dan kehendakNya. Yesus sendiri telah melaksanakan perintah dan kehendak Bapa selama berada di dunia ini bahkan sampai wafat di salib.

Seluruh perjuangan Yesus untuk melaksanakan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Dia yang mengutusNya. Di dalam ketaatan kepada kehendak Allah itu, kasih Yesus kepada Allah menjadi sangat nyata. Kasih Yesus bagi para murid akan menjadi nyata kalau mereka menuruti kehendakNya. Sukacita Yesus tinggal di dalam para murid dan sukacita mereka menjadi penuh.

Petrus mengajak para rasul dan penatua jemaat untuk menyadari betapa Allah mengasihi mereka. Kasih Allah dalam Kristus itu tidak bersyarat dan berbatas. Ia tidak membedakan manusia karena Ia ingin agar semua makluk diselamatkan oleh kasihNya. Konsili pertama di Yerusalem yang dihadiri oleh para rasul, memutuskan untuk tidak menimbulkan kesulitan bagi tiap bangsa yang berbalik kepada Allah. Umat Kristiani tidak lagi diikat oleh hukum - hukum Yahudi. Semua bangsa mendapat peluang yang sama untuk menjadi pengikut Kristus. Mereka tidak harus menjadi Yahudi lebih dahulu sebelum menjadi pengikut Kristus.

Petrus dalam Konsili di Yerusalem itu membuka lembaran sejarah baru bagi Gereja Perdana. Gereja menjadi jemaat yang terbuka, tidak eksklusif di dalam mewartakan kabar gembira keselamatan. Di dalam kasih ada sukacita dan sukacita itu menjadi penuh jika kita tinggal di dalam cinta kasih Yesus dan Bapa.

Pada hari ini, 02 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Peringatan hari ini bertepatan dengan lahirnya tokoh pendidikan nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantara atau tokoh yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Beliau adalah seorang pejuang pendidikan yang telah mendirikan sekolah kerakyatan “Perguruan Nasional Taman Siswa” di Yogyakarta pada tanggal 3 Juli 1922. Sekolah ini memberikan kesempatan bagi rakyat jelata untuk dapat mengenyam pendidikan sama halnya seperti para kalangan bangsawan dan orang-orang Belanda.

Pada saat ini, peringatan hari pendidikan dapat kita ambil makna, bahwa pendidikan sangatlah penting, dengan adanya kemudahan dalam menempuh jenjang pendidikan diharapkan bagi generasi muda, siswa dan pelajar dapat memanfaatkannya untuk menimba ilmu yang setinggitingginya. Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini biasanya para pelajar atau siswa mengadakan apel bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan.

Pada hari ini juga Lembaga Pendidikan SMK Katolik Santu Yosef Nenuk Atambua Timor, berduka atas kepergian salah seorang peserta didik Kelas XII Teknik Otomotif, SERGIO PAINEON. Sergio menghembuskan nafas terakhir tadi malam pukul 20.30 wita di Rumah Sakit Umum Kupang.

Sergio telah menyelesaikan Ujian Akhir Sekolah tahun 2023/2024, baru satu minggu yang lalu. Kami mengheningkan cipta mengenang segala ketekunan dan keuletan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Kami mengenang kesetiaan dan ketelitiannya menggunakan alat-alat elektronik pemesinan dan otomotif. Dalam hening kami berdoa semoga anak kami terkasih Sergio Paineon, menikmati sukacita kekal di surga.

Missio: Di dalam kasih ada sukacita dan sukacita itu akan menjadi penuh jika kita tinggal dalam cinta kasih Yesus dan Bapa. Sergio Paineon telah menuruti perintah Bapa dan tingga di dalam kasihNya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved