Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif - Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo: Prabowo Sudah Atur Jatah Kursi Menteri
Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memberikan porsi di kabinet pemerintahan secara adil bagi seluruh partai kolisi pengusung.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memberikan porsi di kabinet pemerintahan secara adil bagi seluruh partai kolisi pengusung.
Hal itu disampaikn Ketua Dewan Pakar PAN ( Partai Amanat Nasional ) Dradjad Wibowo saat podcast di kantor Tribun Network, Selasa (30/4/2024).
“Kalau formulanya di Koalisi Indonesia Maju sudah disepakati dengan Pak Prabowo dengan Mas Gibran juga diketahui Pak Jokowi,” katanya.
Menurut Dradjad, jatah kursi menteri sudah diatur Prabowo-Gibran.
“Itu sudah tinggal portofolionya apa saja itu kadang masih geser-geser intinya sih bincang-bincang soal formula kabinet struktur kabinet itu sudah ada,” urainya.
Sebab itu, pihaknya tidak khawatir dengan NasDem dan PKB yang bergabung ke Koalisi Indonesi Maju.
Termasuk jika PPP dan PKS nantinya merapat mendukung penerintahan Prabowo-Gibran.
“Kami enggak khawatiratah akan berkurang karena memang semuanya sudah kita mantapkan sehingga ketika Nasdem dan PKB masuk itu sudah enggak ngambil lagi porsi dari parpol-parpol yang sudah ada di KIM,” pungkasnya.
Simak Wawancara Eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Dradjad Wibowo:
Sebagai seorang politisi dan pakar dari Partai Amanat Nasional bisa nggak diceritakan mengenai konfigurasi politik pasca Pilpres?
Dulu kan saya pernah menyampaikan di Tribunnews bahwa layer kedua (pimpinan parpol) itu sudah mulai bicara waktu masih belum keputusan MK. Sekarang setelah keputusan MK kita lihat sekarang Insya Allah Nasdem dan PKB bergabung.
Mungkin tinggal ada beberapa hal yang perlu diselesaikan saya rasa formalitas saja, tapi untuk ukuran pembicaraan antar parpol itu setelah keputusan dan kemudian Bapak Prabowo berkunjung ke sana itu sebenarnya udah termasuk amat sangat cepat.
Jalannya sudah dirapihkan jadi saya rasa kemudian partai parlemen lain kan yang belum kan tinggal teman-teman PDIP dan teman-teman dari PKS. Kemudian enggak tahu PPP kalau mereka berhasil di MK mungkin mereka lolos ke parlemen kita tunggu saja saya berharap mudah-mudahan mereka lolos.
Apalagi PPP kan salah satu partai yang sangat lama di Indonesia kita tunggu saja hasil dari MK. Jadi tinggal tiga itu pembicaraan masih dilakukan saya tidak tahu apakah mereka bertiga atau mereka berdua PDIP dan PKS akan bergabung atau tidak saya tidak tahu. Itu kita serahkan ke Pak Prabowo untuk memutuskan.
Bisa nggak memperkirakan apakah nanti susunan kabinet itu menjadi lebih gemuk daripada sekarang. Kalau sekarang kan Kementerian itu ada 34 sesuai amandemen undang-undang. Apakah nanti juga ini bisa saja kemudian menjadi lebih gemuk dengan munculnya banyak sekali portfolio baru?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.