Berita NTT
Anak Difabel Berhak Sekolah dan Menikmati Layanan Kesehatan yang Inklusif dan Berkualitas
Lebih lanjut Iren juga menyampaikan bahwa dia dan teman-temannya aktif melakukan aktivitas fisik di sekolah.
Penulis: Adrianus Dini | Editor: Oby Lewanmeru
Pada kesempatan yang sama, Florida Mardiana, salah satu guru dari SLB Pembina yang hadir juga menyampaikan harapannya terkait terlaksananya kegiatan ini.
“bukan hanya kami saja sebagi guru yang antusias mengikuti kegiatan pagi ini, tapi anak-anak juga sangat bersukacita meskipun kondisinya sedang panas terik," kata dia.
“Kegiatan kampanye Hak Anak Difabel tingkat SLB se-kota Kupang ini merupakan pertama kalinya, makanya anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini bahkan dari subuh mereka sudah bangun dan bersiap-siap. Saya harap kegiatan ini ke depan tetap dilakukan,” tandasnya.
Saskia Panggabean, Ketua Tim BOKS WVI, menyebut, dengan melibatkan pemangku kepentingan dan mempromosikan praktik terbaik, Wahana Visi Indonesia dan mitranya berupaya mendorong pendidikan lebih inklusif di mana setiap anak, apapun kondisinya berhak memiliki kesempatan untuk hiudp utuh sepenuhnya.
"Kami percaya bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, berhak mendapatkan pendidikan, mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dan juga berhak untuk bergerak dan bermain sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu, program BOKS pun kami modifikasi bersama teman-teman dosen Penjaskesrek Undana dan para guru SLB se-kota Kupang agar sekolah yang sehat bisa dirasakan oleh anak-anak difabel,” katanya.
“Dengan semangat kolaborasi ini, kita yakin NTT yang lebih inklusif dapat menjadi rumah yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak yang ada didalamnya," ujarnya.
Hal lain yang menarik, anak-anak yang terlibat juga mendapatkan edukasi gizi lewat aktivitas mendongeng inklusi dengan bahasa isyarat yang dibawakan oleh Ayi Rambu dari Komunitas Bacarita NTT.
Baca juga: Profil Kepala SLB Asuhan Kasih, Membenah dari Nol Hingga Jadi Sekolah Penggerak Nasional
Terdapat pula kegiatan rekreasional edukatif dan aktivitas kebugaran jasmani yang disesuaikan dengan ketunaan anak-anak.
Kampanye ini juga turut menjadi bagian untuk mendukung Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek. (din)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/WVI.jpg)