Breaking News

Pilgub NTT

Johny Asadoma Tancap Gas di Pilgub NTT, Peluang Bangun Koalisi Gepsi?

Dalam rentang waktu tiga hari, Johny mendaftarkan diri di dua partai politik sebagai bakal calon gubernur.

Editor: Ryan Nong
DOK.PRIBADI via KUPANGNEWS
Irjen Pol (purn) Johny Asadoma 

 

Peluang koalisi

Dr. Ahmad Atang juga memprediksi hanya akan ada empat paket yang akan bertarung di Pilgub NTT 2024. Hal itu disebutnya dengan memperhatikan komposisi partai politik yang memiliki kursi di DPRD Provinsi NTT.

"Tidak ada yang memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon tanpa koalisi. Oleh karena itu, penjajakan koalisi menjadi sebuah keniscayaan," kata Atang, Kamis 17 April 2024.

Secara kalkulatif, kata dia, jumlah kursi di DPRD NTT sebanyak 60 buah. Maka dengan jumlah itu akan dapat menghasilkan empat pasangan calon.

"Jika koalisi minimal dengan 13 kursi untuk mengajukan Paslon maka dapat dipastikan hanya empat Paslon," sebut Atang.

Namun sebaliknya, jika koalisinya maksimal di atas 13 kursi maka jumlah paslon di bawah empat. Dengan demikian,   figur-figur yang muncul dan menjadi diskusi publik mulai melakukan lobi dan komunikasi dengan partai politik.

Oleh karena itu, setiap partai politik mempunyai mekanisme untuk melakukan rekruitmen calon terhadap figur yang didorong maju dalam pilkada. Ia menyebut, posisi figur menjadi penting karena terkait konfigurasi politik yang akan dibangun.

Maka pola koalisi yang dibangun saat pilpres tidak otomatis diadopsi menjadi model koalisi di daerah karena banyak hal yang mempengaruhi, di antaranya soal jumlah kursi, posisi Paslon sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah, segmentasi basis berdasarkan geopolitik, ideologis maupun etnisitas.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut akan sangat  menentukan formal koalisi di Pilgub nanti.

Adapun dalam Pileg 2024, Partai Gerindra memperoleh 9 kursi DPRD NTT. Jumlah tersebut sama dengan perolehan partai Golkar dan PDI perjuangan.  

Sementara itu, Nasdem memperoleh 8 kursi disusul PKB dan Demokrat masing masing 7 kursi. PSI memperoleh 6 kursi, sedangkan PAN dan Hanura masing-masing 4 kursi. Dua partai lainnya yakni PKS dan Perindo masing-masing 1 kursi.

Dengan konfigurasi penjajakan yang dilakukan oleh Johny Asadoma di partai Gerindra dan PSI, maka peluang koalisi kedua partai itu terjaga. Bila gerindra dan PSI berkoalisi maka mereka melampaui syarat minimal untuk mengusung paket yakni 13 kursi. 

Bukan tidak mungkin peluang koalisi Gerindra-PSI (Gepsi) bakal terbangun. Apalagi kedua partai itu tergabung dalam koalisi nasional Pilpres 2024. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

  

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved