Berita Sumba Timur

Evaluasi Program Kerja dan Silaturahmi Lewat Raker Pamong Praja Pemkab Sumba Timur

melalui raker Pamong Praja terwujud hubungan silaturahmi antar desa dengan desa, kecamatan dan kecamatan, serta semua pemangku kepentingan

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Para peserta Rapar Kerja Pamong Praja Pemkab Sumba Timur di Aula Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Kamis 18 April 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Perangkat daerah, camat, desa/lurah, LPM, BPD dari 22 kecamatan, serta pimpinan forkompimda mengikuti rapat kerja daerah Pamong Praja di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi.

Dalam rapat kerja tersebut semua peserta menggunakan pakaian adat Sumba Timur dimana laki-laki menggunakan Kalambung Hinggi, sedangkan perempuan memakai Hawu Lawu dan Tiduhai.

Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 18 April 2024, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sumba Timur, Dominggus H. Kondanamu mengatakan bahwa Raker Pamong Praja menjadi agenda tahunan dengan tujuan melakukan evaluasi terhadap program kegiatan yang dilaksanakan tahun 2023 dan hasil evaluasi menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pemerintahan dalam tahun 2024.

"Ada banyak persoalan yang terjadi di tahun 2023 untuk dievaluasi, untuk program yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sedangkan yang belum maksimal akan dilakukan evaluasi untuk menjadi acuan program di tahun 2024," ungkap Dominggus.

Pihaknya menambahkan, melalui raker Pamong Praja terwujud hubungan silaturahmi antar desa dengan desa, kecamatan dan kecamatan, serta semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam memberikan kontribusi pikiran, gagasan yang sangat penting bagi pembangunan Kabupaten Sumba Timur.

"Kegiatan pelayanan kemasyarakatan pemerintah harus bersinergi dan berkolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha sehingga dapat menyelesaikan berbagai persoalan untuk membangun Sumba Timur menjadi lebih baik," ujar Dominggus.

Selain membahas persoalan daerah, raker Pamong Praja juga menghadirkan penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu karena berkaitan dengan Pemilukada yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Kehadiran KPU dan Bawaslu akan menyampaikan tahapan-tahapan pemilukada, sekaligus persiapan dan peran maayarakat dari tingkat bawah hingga pusat dapat bersinergi menyukseskan pemilukada," terang Dominggus.

Baca juga: KPU Sumba Timur Segera Umumkan Pendaftaran Calon Perseorangan

Terkait catatan khusus, berupa penanganan malaria dan demam berdarah dengue (DBD) yang saat ini harus menjadi perhatian bersama semua komponen masyarakat.

"Kasus DBD sangat tinggi, namun belum ada penetapan KLB, tapi upaya pencegahan berupa pembersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah terus melakukan sosialisasi akan pentingnya mencegah penyakit dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved